alexametrics

Uji Coba Ganjil Genap di Tol Tangerang, Banyak Pengendara Tak Tahu

loading...
Uji Coba Ganjil Genap di Tol Tangerang, Banyak Pengendara Tak Tahu
Saat uji coba ganjil genap di tol Tangerang, banyak pengendara yang tidak tahu dan akhirnya dialihkan untuk menggunakan jalur lain, Senin (16/4/2018). Foto/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Para pengemudi ataupun pengguna jalur Tol Kunciran 2, arah Tangerang menuju Jakarta, nampaknya masih banyak yang belum mengetahui soal pemberlakukan aturan uji coba ganjil genap pada tol tersebut, hari ini, Senin (16/4/201).

Pantauan di lokasi, para pengendara yang memiliki pelat nomor ganjil masih banyak yang melalui jalur Tol Kunciran 2, Tangerang menuju Jakarta, padahal diketahui tanggal hai ini adalah angka genap. Alhasil, para petugas dari Kementerian Perhubungan melakukan pengalihan lalu lintas untuk para pengendara berpelat ganjil.

"Hari ini uji coba dengan memberlakukan pelat genap yang dapat melalui Tol Kunciran. Untuk para pengemudi kendaraan pribadi berplat ganjil kita alihkan menuju jalan di Jalur Alam Sutera untuk mengambil jalan lain ke wilayah Serpong menuju Jakarta," kata petugas dari Kementerian Perhubungan, Junaedi di lokasi.



Selain itu, dihimbau juga bila pengendara tak mau melalui jalur arteri disarankan untuk pengendara pribadi menggunakan transportasi umum seperti kereta atau bus yang sedianya, kendaraan pribadi miliknya dapat diparkirkan di kantung parkir yang telah disediakan.

Sementara itu, Anto (28) pengendara mobil B 2899 SZP mengaku tak mengetahui adanya hal tersebut. "Saya enggak tahu ada aturan ini saya kira Mei. Makanya tadi kaget karena diminta ambil jalur arteri," ujarnya.

Diketahui, penerapan uji coba ini akan paling lama diberlakukan selama satu bulan mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB dengan sanksi solutif yang diberikan oleh pihak kepolisian ataupun perhubungan.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak