alexametrics

Skimmer Bulgaria Ditembak, Polisi: Alatnya Lebih Canggih

loading...
Skimmer Bulgaria Ditembak, Polisi: Alatnya Lebih Canggih
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono saat konpers soal penangkapan pelaku skimming di RS Polri Kramatjati, jakarta Timur, Kamis (5/4/2018). Foto/SINDOnews/Komaruddin Bagja
A+ A-
JAKARTA - Saat menggeledah persembunyian pelaku skimming asal Bulgaria di Tangerang, polisi menemukan sejumlah alat skimming yang cukup canggih. Bahkan alat tersebut lebih canggih dari alat yang digunakan oleh para pelaku skimming yang lebih dulu tertangkap.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menyampaikan, pelaku ini memiliki peralatan yang lebih canggih dan lengkap dari pelaku-pelaku skimming yang sebelumnya berhasil diringkus.

Terkait peran pelaku berinisial GDP ini, pelaku telah melakukan pemasangan alat curi data (skimmer) di sejumlah ATM di daerah Tangerang, Batam, Yogyakarta, Solo, Bali, dan Bandung. "Setiap kali beraksi GDP ini dibantu oleh seseorang berinsial J alias S yang saat ini masih DPO," ungkapnya kepada wartawan di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Kamis (5/4/2018).



S yang juga warga Bulgaria ini berperan menyediakan alat skimmer dan kartu yang sudah diduplikat, serta menerima suplai data nasabah dan memindahkan data dari laptop ke kartu kosong yang sudah disiapkan.

Dari tangan para pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti seperti 940 kartu kloning, tiga laptop, satu set deepskimmer, dua encoder, tiga buah karet mulut card reader, sembilan spy cam, satu kartu skimmer, dan lainnya.

Sebelumnya, polisi menangkap empat warga negara asing terkait kasus pembobolan uang nasabah di sejumlah bank melalui teknik skimming.

Empat tersangka yang diringkus dalam kasus ini yakni warga negara Cile berinisial VO, YMH yang merupakan warga negara Taiwan, serta dua warga negara Bulgaria berinisial AVH dan IVN.

"Kempat tersangka ditangkap pada akhir Maret 2018 dimana 2 diantaranya warga Bulgaria, 1 warga Cile dan 1 warga Taiwan," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta di Polda Metro Metro Jaya.

Menurut Nico, polisi juga menyita uang puluhan juta dari hasil kejahatan sindikat tersebut. Dari penangkapan AVH di salah satu gerai ATM bank di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, polisi berhasil menyita uang Rp18 juta. "AVH melakukan pemasangan alat sekaligus juga mengambil uang," katanya.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak