alexametrics

Merasa Diawasi, Pengamen Pukul Anggota Dishub Bekasi hingga Bocor

loading...
Merasa Diawasi, Pengamen Pukul Anggota Dishub Bekasi hingga Bocor
Foto/Ilustrasi/Istimewa
A+ A-
BEKASI - Para pengamen mengamuk di bawah flyover KH Noer Ali Summarecon Bekasi, Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Rabu (14/3/2018). Akibatnya, seorang anggota Dinas Perhubungan yang sedang mengatur lalu lintas mengalami luka bocor di bagian kepala sebelah kanan akibat dipukul ukulele pengamen.

Korban M Sanjaya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut dan menjalani visum."Iya benar anggota kami bocor dipukul ukulele sama pengamen tadi pukul 17.00 WIB," ujar Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Dedet Kusmayadi pada wartawan Rabu (14/3/2018).

Menurut Dedet, saat itu Sanjaya sedang mengatur lalu lintas kendaraan yang datang dari arah barat menuju timur dan selatan. Diduga terusik, pengamen yang berhasil kabur itu kemudian menghampiri Sanjaya untuk menanyakan kehadirannya. Sanjaya berdalih, keberadaannya untuk mengatur lalu lintas berdasarkan tugas dari peerintah.

Karena kesal diawasi, lanjut dia, pelaku langsung memukul kepala petugas menggunakan ukulele. Alhasil, kepala korban langsung bocor karena terkena siku ukulele. Melihat rekannya dipukul, anggota Dishub yang lain berusaha mengejar pelaku. Namun petugas hanya berhasil mengamankan satu rekan pelaku.

Sementara pengamen yang memukul Sanjaya telah kabur ke arah lintasan kereta api. Rekan pelaku kemudian dibawa ke Mapolrestro Bekasi Kota untuk diproses secara hukum."Kami minta petugas kepolisian segera menangkapnya, dan petugas Dishub di lapangan agar lebih berhati - hati," katanya.

Kasubbag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari menambahkan, masih memburu pelaku penyerangan itu. Sampai Rabu petang, salah satu pengamen masih diminta keteranganya."Kita masih identifikasi pelakunya dengan memeriksa saksi," imbuhnya.

Erna mengatakan, apabila pelaku tertangkap bakal dijerat Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman penjara di atas lima tahun. Saat ini, keterangan rekan pelaku masih diminta keteranganya untuk menunjukan dimana lokasi persembunyiannya."Anggota sudah di lapangan," katanya.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak