alexametrics

Sistem Ganjil Genap di Tol Bekasi, Warga Beralih ke Commuter Line

loading...
Sistem Ganjil Genap di Tol Bekasi, Warga Beralih ke Commuter Line
Foto: dok/SINDOnews/Isra Triansyah
A+ A-
BEKASI - Tiga hari penerapan kebijakan ganjil genap di gerbang tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur membuat warga Bekasi beralih menggunakan moda transportasi massal seperti Commuter Line. Kondisi ini diketahui karena terjadi peningkatan jumlag penumpang KRL di Stasiun Bekasi yang mencapai 42. ribu orang atau bertambah sekitar 1.000 orang.

"Ada peningkatan jumlah penumpang kereta commuter line yang berangkat dari Stasiun Bekasi menuju ke Jakarta," kata Kepala Stasiun Bekasi, Syarif Hidayat, Rabu (14/3/2018). Menurutnya, peningkatan jumlah penumpang kereta itu  bersamaan dengan penerapan sistem ganjil genap di tol Jakarta-Cikampek. (Baca: Ganjil Genap di Tol Bekasi, Jumlah Kendaraan Melintas Turun 38%)

Meski demikian, kata dia, belum ada penambahan yang signifikan di Stasiun Bekasi, namun kebanyakan warga Kota Bekasi berangkat menggunakan Comuter Line dari Stasiun Bekasi Timur dan Stasiun Kranji, Bekasi Barat. "Kalau jumlah penumpang dari tiga stasiun di Kota Bekasi, jumlahnya akan meningkat drastis dari sebelum ganjil genap," ungkapnya.

Saat ini, lanjut dia, jumlah penumpang dari Stasiun Bekasi kini tembus 42.000 orang atau bertambah sekitar 1.000 orang dibanding pekan lalu rata-rata 41.000 orang. Syarif mengaku tak tahu pasti penyebab meningkatnya jumlah penumpang itu, apakah karena faktor ganjil genap di tol Cikampek atau faktor lainnya. (Baca juga: Ganjil genap Diterapkan, Menhub Minta Maaf kepada Warga Bekasi)

Syarif mengatakan, bertambahnya jumlah penumpang cenderung terjadi pada pagi hari sampai dengan pukul 09.30 WIB atau bersamaan dengan diberlakukannya ganjil genap di tol Jakarta-Cikampek mengarah ke Jakarta mulai pukul 06.00-09.00 WIB dari gerbang tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak