alexametrics

Ciptakan Danau Jakarta Bersih, Sandi Ajak Pebisnis Kurangi Sampah

loading...
Ciptakan Danau Jakarta Bersih, Sandi Ajak Pebisnis Kurangi Sampah
Ribuan pengunjung memadati kawasan Danau Sunter untuk menikmati Festival Danau Sunter 2018, Minggu (25/2/2018). Foto: SINDOnews/Isra Triansyah
A+ A-
JAKARTA - Masyarakat Jakarta Utara, khususnya di sekitar Danau Sunter, kini boleh berbangga. Sebab Danau Sunter sudah bersih dari sampah dan menjadi tempat wisata yang asri. Namun demikian, masih banyak danau lainnya di Jakarta yang belum bersih dan banyak terdapat sampah.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di sela-sela Festival Danau Sunter Minggu (25/2/2018) mengatakan, Pemprov akan merevitalisasi danau-danau lainnya di wilayah DKI Jakarta. "Untuk Jakarta Utara ini saja ada 12 danau. Hingga lima tahun ke depan akan kami beresin satu-satu," ujar Sandi di lokasi festival.

Namun Sandi mengingatkan, mengurus sampah tidak harus dibebankan sepenuhnya kepada pemerintah daerah. Sandi juga berharap agar masyarakat, khususnya kalangan pebisnis, mau turun mengurangi produksi sampahnya, mulai dari produsen makanan minuman, pelaku bisnis restoran, perusahaan ritel, dan sektor usaha lain. “Jadi Pemprov tidak bisa sendiri, tentu sangat mungkin melibatkan swasta," katanya. (Baca: Menteri Susi Ingin Seluruh Danau di Jakarta Aman untuk Bermain)

Koordinator Estate and Green Waste Inner City Management (ICM), Kadek R Biantara yang juga hadir dalam acara Festival Danau Sunter tersebut menyambut baik ajakan Sandi tersebut.  Dalam beberapa tahun terakhir ini, kata dia, pihaknya sudah berupaya membantu pemerintah menekan jumlah sampah melalui program Green Waste di beberapa apartemen yang dikelola ICM.

Saat ini sudah ada delapan site apartemen yang dikelola ICM menerapkan Green Waste. Pihaknya berkomitmen untuk menerapkan Green Waste secara bertahap di seluruh apartemen yang dikelola ICM yang saat ini jumlahnya mencapai sekitar 50 site apartemen.

“Dalam waktu dekat ini Green Waste juga akan kami terapkan di salah satu apartemen yang kami kelola di kawasan Ancol, Jakarta Utara,” kata Kadek.

Green Waste yang diterapkan ICM dalam pengelolaan sampah menganut konsep 4R, yaitu Reuse, Reduce, Recycle dan Replant. Konsep tersebut memiliki banyak manfaat bagi pengelola apartemen dalam mengurangi sampah.

Kadek menyebutkan, dari lima site apartemen yang sudah ada Green Waste-nya, volume sampahnya mencapai 3.030 meter kubik per bulan.  “Dari jumlah itu, setengahnya bisa kami olah menjadi kompos, lalu ada juga yang di daur ulang menjadi biji plastik. Jadi sisanya sedikit sekali yang dibawa ke Bantar Gebang,” ucapnya.

Tak hanya menekan jumlah sampah, program Green Waste yang diterapan oleh ICM pun mampu memberikan pekerjaan kepada para pemulung yang bertugas untuk memilah sampah organik dan anorganik. Seluruh hasil pemilahan sampah anorganik, seperti plastik, dijual oleh pemulung kepada pengepul untuk kemudian diolah menjadi produk daur ulang. Adapun uang yang dihasilkan dari penjualan tersebut seluruhnya diberikan kepada pemulung.

Sedangkan untuk sampah organik diolah menjadi kompos padat, kompos cair, dan gas metana. Kompos padat digunakan untuk pupuk tanaman, sedangkan gas metana yang saat ini skalanya masih sangat kecil, baru dimanfaatkan untuk kebutuhan memasak.

“Selain Green Waste, kami juga menjadi kawasan hunian dan komersial pertama yang membentuk dan menjalankan program bank sampah sesuai Perda DKI Jakarta Nomor 3/2013 tentang Pengelolaan Sampah,” tuturnya.

Sementar itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan, penanganan sampah telah dilakukan oleh pihaknya sejak lama. Ia pun berkomitmen dalam mengurangi sampah, salah satunya melalui program e-waste atau limbah elektronik. Caranya, limbah itu dikumpulkan dan dijadikan daur ulang.

Pihaknya telah membuat e-waste di beberapa tempat di kelurahan dan kecamatan. Selain itu, tempat drop poin di titik keraimain demi memudahkan masyarakat membuang limbah elektronik.

Kemudian akan ada 78 truk sampah anorganik lainnya yang ditempatkan di berbagai apartemen, rusun, dan asrama. “Bahkan kami juga bisa melakukan anter jemput sampah dengan batasan berat lima kilogram,” ucapnya.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak