alexametrics

Artis Terjerat Narkoba, Tio Pakusadewo Tulis Puisi

loading...
Artis Terjerat Narkoba, Tio Pakusadewo Tulis Puisi
Artis Tio Pakusadewo diperlihatkan ke hadapan media saat rilis pengungkapan kasus narkoba di Mapolda Metro Jaya.Foto/SINDOnews/Dok
A+ A-
JAKARTA - Diringkusnya Roro Fitria menambah deretan panjang kalangan artis yang terjerumus dalam kasus narkoba. Meski demikian, masyarakat diminta untuk tidak terburu-buru menilai publik figur yang terjerumus dalam kasus narkoba dengan nilai negatif. (Baca: Polisi Bawa Tio Pasukadewo untuk Rehabilitasi di RS Selapa Polri)

Irwan Susetyo Pakusadewo atau yang biasa disapa Tio Pakusadewo menulis puisi. Dalam puisi itu, Tio yang masih dalam rehabilitasi kasus narkoba di Rumah Sakit (RS) Selapa Polri, tetap optimistis akan membuat prestasi kembali seperti sebelum terjerat kasus tersebut. (Baca: Diduga Narkoba, Polisi Kembali Tangkap Artis Cantik Jennifer Dunn)

Dalam puisi itu, Tio juga meminta agar dirinya yang tersangdung kasus narkoba tidak dipandang sebelah mata. Pasalnya, dirinya merupakan korban dalam peredaran barang haram tersebut. (Baca: Artis Fachri Albar Ditangkap karena Penyalahgunaan Narkoba)

Dalam puisi yang diterima SINDOnews melalui pesan WhatsApp, Kamis (15/2/2018), aktor kawakan itu juga menyebut, kalau dirinya bukanlah bandar. (Baca: Nyabu, Artis Seksi Roro Fitria Ditangkap Polisi)

Berikut puisi Tio Pakusadewo:

Dengar,
Jangan sedih,
Nda usah marah dan menghina !!

Kami ini korban. Dan akan BANGKIT pada waktunya. Kami sadari langkah yg kemarin adalah kesalahan. Bodoh. Mau menjadi Korban.
Tapi tetap, kami ini Korban.  Bukan PESAKITAN..
Bukan Pengedar, Bukan Bandar !!

Memenjarakan Penyandu adalah kejahatan.
Penyandu bisa dipulihkan.
Smoga sudi memaafkan..

Kami akan BANGKIT pada waktunya..
Kembali meraih PRESTASI
Memberi WARNA
Untuk NUSANTARA PUSAKA

AKTOR dalam Rehab
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak