alexametrics

Larang Valentine, Wali Kota Depok: Itu Budaya Impor

loading...
Larang Valentine, Wali Kota Depok: Itu Budaya Impor
Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad. Foto/SINDOnews/Ratna Purnama
A+ A-
DEPOK - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Pendidikan telah mengeluarkan surat edaran yang berisi imbauan tidak merayakan Hari Valentine. Surat itu telah dikeluarkan pada Senin 12 Februari 2018 yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohamad Thamrin. Surat edaran itu bernomor 421/01120/Disdik/2018.

Surat edaran itu sudah disebarkan ke seluruh sekolah sejak kemarin. Dalam surat ditegaskan, bahwa kepada seluruh siswa untuk tidak merayakan Hari Valentine baik di dalam atau lingkungan sekolah.

"Dilihat dari masalah subtansinya, itu kasih sayang tapi fenomenalnya menurut kami dan dunia pendidikan ada semacam penyimpangan sosial bahkan seksual. Ini yang kami tidak inginkan menyebar di Depok," kata Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad di Depok, Jawa Barat, Rabu (14/2/2018).

Ditegaskan dia, jika ingin menyampaikan rasa sayang bisa diungkapkan setiap hari. Dan menurutnya, Valentine Day bukanlah budaya asli Indonesia.



"Itu budaya impor yang ditiru bangsa kita. Kami melarang untuk merayakan Valentine Day yang bukan budaya kita," tegasnya.

‎Dalam surat tersebut dengan tegas dilarang adanya perayaan Valentine Day. Selain itu, dituliskan pula agar pada hari itu dibuat kegiatan yang lebih positif.

"Kami mengimbau pada orangtua untuk mengajak putra-putrinya melakukan kegiatan bersama untuk meningkatkan harmonisasi dan ketahanan keluarga," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, M Tamrin.

Lebih lanjut dikatakan bahwa agar seluruh perangkat sekolah menanamkan sikap dan perilaku karakter dengan melestarikan nilai luhur budaya bangsa di lingkungan sekolah.

"Mengimbau kepada pengawas pembina, kepala sekolah jenjang SD dan SMP untuk melakukan pemantauan kegiatan peserta didik," pungkasnya.‎
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak