alexametrics

Kapolres Bogor: Pelaku Cemburu karena Mantan Istri Menikah Lagi

loading...
Kapolres Bogor: Pelaku Cemburu karena Mantan Istri Menikah Lagi
Polisi memeriksa puing-puing rumah yang dibakar TS usai menikam suami mantan istri dan mantan mertuanya, Selasa (13/2/2018). Foto/SINDOnews/Haryudi
A+ A-
BOGOR - Kapolres Bogor AKBP AM Dicky menjelaskan berdasarkan hasil penyidikan sementara dan keterangan sejumlah saksi, peristiwa pembunuhan dan pembakaran rumah hingga menewaskan 2 orang di Sukamakmur, Kabupaten Bogor, diduga pemicunya karena rasa cemburu.

"Kami masih kumpulkan keterangan saksi dan olah TKP. Dugaan sementara pelaku cemburu karena mantan istrinya baru menikah dua minggu," kata AKBP AM Dicky, Selasa (13/2/2018).

Ia menjelaskan peristiwa tersebut bermula saat pelaku TS mendatangi kediaman mantan istrinya berinisial C sekitar pukul 23.30 WIB pada Senin 12 Februari 2018.

Berdasarkan keterangan dari anak korban, pelaku yang membawa senjata tajam langsung ke dalam rumah kemudian menusuk C, suaminya ES dan mertuanya J hingga mengalami luka parah. (Baca: Usai Bunuh Mantan Mertua dan Suami Mantan Istri, TS Gantung Diri)



"Saat itu anak korban melihat rumah dibakar pelaku dengan bensin. Lalu C yang dalam kondisi terluka dan anaknya keluar rumah berhasil menyelamatkan diri dan pelaku kabur," katanya.

Nahas, mertuanya J dan suaminya ES yang juga mengalami luka tusukan tidak berhasil keluar rumah sehingga tewas terbakar. Kemudian, pelaku TS ditemukan tewas gantung diri di kandang cacing.

"Korban J dan ES tewas terbakar di dalam rumahnya. Kemudian sekira pukul 01.00 WIB pelaku ditemukan warga setempat sudah tewas tergantung di kandang cacing sekitar lokasi kejadian," papar Dicky.

Saat ini, korban C masih dirawat di rumah sakit terdekat. Sementara polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi di sekitar lokasi pembunuhan.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak