alexametrics

Lukai Brigadir Rizal, Lemkapi Minta Bandar Narkoba Ditindak Tegas

loading...
Lukai Brigadir Rizal, Lemkapi Minta Bandar Narkoba Ditindak Tegas
Polisi bekuk pelaku bandar dan juga pengecer narkoba. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Anggota polisi khususnya reserse diminta berhati-hati saat melakukan penyamaran dalam mengungkap kasus narkoba. Karena, bandar narkoba yang mengetahui penyamaran itu bisa melukai anggota polisi.

Direktur Lembaga Kajian Straregis Kepolisian Indonesia (Lemkapi), Edi Hasibuan mengatakan, kepada polisi reserse narkoba agar hati hati dalam melakukan penyamaran saat ungkap kasus narkoba. Kata dia, anggota yang terluka agar diberikan perhatian oleh Kapolri, salah satunya memberikan kenaikan pangkat.

"Yah harus memberikan motivasi dan agar semangat di lapangan," tuturnya di Jakarta, Senin (8/1/2018). (Baca: Pukul Brigadir Rizal, Bandar Sabu Ditembak Mati di Tangerang)

Edi juga mendukung tindak tegas kepada bandar narkoba yang membahayakan anggota polisi di lapangan saat mengungkap kasus.

"Bila sudah membahayakan jiwa anggota di lapangan jangan ragu bertindak tegas," kata mantan anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) ini.

Terlebih dalam kasus ungkap kasus narkoba. Pola undercover buy sangatlah rentan berhadapan dengan bandar, nyawa anggota dipertaruhkan.

Agar kejadian tak terulang, Edi meminta terhadap pola ini agar dievaluasi. Sehingga kejadian kejadian serupa tidak terjadi kembali. (Baca: Dipukul Bandar Sabu, Brigadir Rizal Taufik Gegar Otak)

Sebelumnya diketahui Brigadir Rizal Taufik terluka saat ingin menangkap pasutri raja dan ratu narkoba di kawasan Kampung Janis, Tambora, Jakarta Barat. Dalam kejadian itu, Rizal mengalami gegar otak setelah diserang menggunakan balok kayu.

https://metro.sindonews.com/read/1271715/170/dipukul-bandar-sabu-brigadir-rizal-taufik-gegar-otak-1515327489
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak