alexametrics

Wawancara Anggota Komisi IV DPRD Kota Tangerang Apanudin

Fokus Bangun Infrastruktur Dekat Bandara Soekarno-Hatta

loading...
Fokus Bangun Infrastruktur Dekat Bandara Soekarno-Hatta
Anggota Komisi IV DPRD Kota Tangerang Apanudin. FOTO/KORAN SINDO
A+ A-
PEMBANGUNAN infrastruktur dasar yang ada di Kota Tangerang dinilai mumpuni untuk menjadikan kota ini sebagai kota yang layak huni, investasi, layak dikunjungi, dan berbasis teknologi informasi. Namun, puas dengan pembangunan yang ada tidaklah cukup. Mengingat Kota Tangerang merupakan pintu masuk dunia internasional ke Indonesia. Karena itu, harus dilakukan penataan menyeluruh. Terutama di daerah-daerah yang dekat dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), seperti di Kecamatan Benda, Neglasari, dan Batu Ceper.

Lantas seperti apa penataan ketiga kawasan itu? Berikut petikan wawancara wartawan KORAN SINDO Hasan Kurniawan dengan anggota Komisi IV DPRD Kota Tangerang Bidang Infrastruktur dari Partai Gerinda Apanudin atau akrab disapa Bang Jalu.

Bagaimana Anda melihat pembangunan infrastruktur di Kota Tangerang?

Kalau saya lebih melihat dari kasat mata dan secara politis, pembangunan infrastruktur di Kota Tangerang sudah baik dan hampir merata di semua bidang, meskipun ada tambal sulam. Begitu pun dengan masalah kesehatan dan pendidikan, Kota Tangerang sudah jauh lebih baik dari daerah-daerah lain yang ada di Banten. Bisa dibilang, sudah melebihi target capaian di RPJMD.

Bisa Anda jelaskan dengan lebih rinci melebih target capaian RPJMD?

Misalkan untuk masalah pembangunan infrastruktur pendidikan. Kalau mengacu pada RPJMD Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah, target pembangunan di sini adalah 1.002 kelas, tapi kami sudah mampu membangun lebih dari itu. Artinya, pembangunan ruang kelas sudah melebihi target. Begitu pun dengan pembangunan ruas jalan dan lanjutan. Jika sesuai dengan RPJMD, semua sudah terpenuhi dan sudah cukup bagus.

Lantas, pembangunan infrastruktur apa yang bisa dikembangkan ke depan?

Menurut saya, harus ada peningkatan atau pembuatan jalan-jalan baru, seperti di bantaran-bantaran anak Kali Cisadane di wilayah dapil tiga di daerah pemilihan saya. Tetapi, bukannya belum tersentuh. Pembangunan di dapil 3, yakni Benda, Neglasari, dan Batu Ceper, harus lebih diprioritaskan. Caranya? Dengan membuat akses-akses jalan baru di irigasi yang bersumber dari anak-anak Kali Cisadane. Apalagi dapil 3 ini merupakan wajah Kota Tangerang, dilihat dari keberadaan Bandara Soetta. Untuk itu, saya saran kepada Wali Kota Tangerang ke depan agar memprioritaskan pembangunan di sana.

Lebih jauh, pembangunan infrastruktur apa yang Anda harapkan di Dapil 3?
Penataan jaringan jalan yang sudah ada, median jalannya dibangun. Seperti yang ada di Jalan Halim Perdana Kusuma dan di depan Kecamatan Benda. Itu semua sudah tertata, tapi masih harus ditata lagi. Pertama median jalannya, lalu trotoarnya, penghijauannya, dan saluran airnya, harus ditata lagi. Kami hanya butuh penataan-penataannya saja mulai dari tamannya, bedah rumahnya, juga harus ditingkatkan. Memang untuk bedah rumah ini sudah banyak dan lagi-lagi sudah melebihi capaian target RPJMD. Tetapi masih saja ada yang belum tersentuh. Hal-hal seperti ini harus ditingkatkan lagi ke depan.



Lalu, bagaimana Anda melihat iklim investasi di Kota Tangerang?
Orang bisa berinvestasi itu karena faktor keamanan dan kenyamanan. Mungkin ini yang harus kita pikirkan jauh ke depan. Untuk itu, dibutuhkan rancangan khusus peraturan daerah. Ini yang kami pikirkan. Dengan adanya payung hukum yang jelas, maka orang ingin berinvestasi akan merasa lebih nyaman. Beberapa hal sudah dilakukan mulai dari melalui layanan perizinan satu pintu dan bisa dilakukan online. Lalu, jaringan jalan yang harus diperbaiki dan dibenahi lagi. Tapi pengembangan jalan sudah bagus dan pencapaiannya juga sudah sesuai dengan yang ada di RPJMD. Hanya ada yang harus dibenahi. Salah satu faktor yang pertama adalah penataan, struktur pemerintahan, dan keamanannya.

Termasuk harus kita lihat perkembangan ekonomi nasional dan dunia yang memengaruhi iklim investasi. Jadi, ada banyak sekali faktor. Untuk keamanan sendiri, Kota Tangerang sudah kondusif. Kalau kriminal atau begal itu terjadi di semua wilayah, tapi masih lebih kondusif dari daerah-daerah lain. Begitu pun jika ada aksi unjuk rasa, baik soal kesenjangan sosial dan ketidakadilan yang dirasakan masyarakat. Sejauh ini masih bisa ditangani dan berjalan dengan kondusif dan aman, hingga terasa aman.

Terkait serapan APBD, apakah sudah sesuai seperti yang diharapkan?

Saya rasa sudah sesuai. Cuma mungkin ada silpa yang diakibatkan gagal lelang dan efisiensi penganggaran. Pengelolaan keuangannya juga sudah baik. Barometer kita, Kota Tangerang 10 kali dapat WTP. Kalau penyerapan anggaran ada banyak faktor mulai dari pembebasan lahan. Sebab beberapa dinas yang kami bawahi, kendalanya di pembebasan lahan karena anggarannya cukup lumayan.

Jika demikian, sebaiknya fokus pembangunan kota ke depan seperti apa?

Ke depan, pemerintah kota harus lebih fokus pada pendidikan dan layanan kesehatan warga. Karena saat ini layanan kesehatan dengan BPJS Kesehatan, kita terbentur dengan UU yang lebih tinggi. Dulu, orang berobat hanya cukup pakai KTP. Tetapi sekarang, yang sedang kita usahakan, regulasinya agar bisa dikembalikan saja ke pemerintah daerah. Seperti tahun lalu, semua gratis. Sekarang tidak, ada kelas-kelas. Kelas 1, 2, dan 3. Begitu pun dengan pendidikan. Karena pendidikan aset kita 20 tahun ke depan.

Dulu itu, semua pendidikan mulai dari tingkat SD sampai SMA semua gratis. Namun sekarang, setelah ada pengalihan tanggung jawab ke provinsi untuk SMA, sekarang mereka yang sebelumnya gratis jadi bayar lagi. Ini bukan kemajuan, sebaliknya malah mundur ke belakang. Kota Tangerang sangat mampu. Toh, kita dari dulu sudah gratis untuk SMA. Tetapi setelah ada UU 23 tentang Aturan Pemerintahan Daerah, itu dilimpahkan ke provinsi, sekarang semuanya menjerit.

Kalau kita di tingkat 2, hanya menyajikan dan menyiasati itu dengan Tangerang Cerdas. Tapi, apakah itu akan terakomodasi semua? Untuk SMA, kita tidak bisa ngapa-ngapain. Maka semuanya menjadi sulit. Saya harap itu diubah dan dikembalikan ke daerah tingkat 2 masing-masing. Seperti dulu lagi, semuanya gratis. Saya rasa, itu yang harus kita perjuangkan bersama ke depan. Demi kesejahteraan rakyat.
(amm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak