alexametrics

Gara-gara Korek Api, Pedagang Nasi Goreng Sekarat Dibacok Preman

loading...
Gara-gara Korek Api, Pedagang Nasi Goreng Sekarat Dibacok Preman
Mujiono mendapat perawatan medis di Rumah Sakit IMC Bintaro, Kamis (14/12/2017). Foto:SINDOnews/Hasan Kurniawan
A+ A-
TANGERANG SELATAN - Hanya gara-gara persoalan sepele, Mujiono (30), seorang pedagang nasi goreng di Jalan Cendrawasih 2, RT04/02, Sawah Baru, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), nyaris meregang nyawa.

Lantara tidak punya korek api, dia dibacok dua preman di bagian leher dini hari tadi. Luka bacok yang dialami Mujiono cukup parah sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Kapolsek Ciputat Kompol Donni Bagus Wibisno mengatakan, peristiwa ini bermula saat Mujiono didatangi pelaku bernama Indra Suryana dan Andri. Saat itu Indra dan Andri meminta api kepada korban untuk menyalakan rokok.

Karena korban tidak punya korek api, ia menyarankan kepada pelaku untuk mengambil bara di tempat pembakaran ayam bakar. Tapi pelaku malah menyuruh balik korban.

Korban tidak bersedia disuruh-suruh begitu saja oleh pelaku. Kedua pelaku kemudian mengambil besi di tempat pembakaran ayam sembari marah-marah. Setelah itu, pelaku membacok leher korban dengan besi itu.

Korban sempat melawan sehingga terjadi perkelahian. Kakak korban, yakni Wagiman, yang mengetahui kejadian itu langsung keluar dan menolong korban yang telah bersimbah darah.

"Wagiman sempat membantu adiknya, sementara pelaku kabur dan dikejar oleh korban dibantu warga. Kebetulan, saat itu Tim Vipers sedang melakukan observasi wilayah dan langsung ikut melakukan pengejaran terhadap pelaku yang kabur," ungkap Donni kepada KORAN SINDO, di Ciputat, Kamis (14/12/2017).

Pengejaran polisi tidak sia-sia. Tidak jauh dari lokasi, seorang tersangka berhasil diamankan. Sedangkan seorang lainnya ditangkap saat akan melairikan ke wilayah Bogor. "Selanjutnya, petugas membawa korban ke Rumah Sakit IMC Bintaro untuk visum dan tindakan medis," katanya.

Pihaknya juga melakukan tes urine kepada para pelaku untuk mengecek indikasi adanya penggunaan narkoba atau minuman keras. "Saat ini, tes urine pelaku masih belum diketahui," ucapnya.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan besi lebar ukuran 5 cm dan panjang 40 cm yang digunakan membacok leher Mujiono.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak