alexa snippet

Daya Tahan Tubuh Lemah, 12 Warga Bekasi Terserang Difteri

Daya Tahan Tubuh Lemah, 12 Warga Bekasi Terserang Difteri
Masyarakat tengah memeriksakan kesehatannya kepada dokter. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
BEKASI - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi menemukan belasan warganya selama kurun waktu 2017 terserang penyakit difteri. Kebanyakan penyakit ini menyerang manusia melalui selaput lendir pada bagian hidung dan tenggorokan yang disebabkan oleh kuman.

"Sejak Januari lalu, kami catat ada 12 orang warga Bekasi terserang kuman difteri," ujar Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Dezi Syukrawati di Bekasi, Kamis (7/12/2017).

Menurutnya, empat di antaranya berusia dewasa sedangkan delapan sisanya adalah anak-anak. Dia mengatakan, meski 12 orang tersebut terserang penyakit difteri, tapi dapat dipastikan seluruh pasien itu tidak ada yang sampai meninggal dunia. Sebab semua pasien yang didiagnosa penyakit ini langsung mendapat pelayanan kesehatan dari petugas rumah sakit.

Sebenarnya, kata dia, ada banyak faktor yang memicu terjadinya penyakit ini. Salah satunya adalah karena lemahnya daya tahan tubuh. Sementara untuk anak-anak, karena belum mendapat vaksin dasar yakni difteri, pertusis dan tetanus (DPT) dari tingkat I hingga III.

Apalagi, lanjut dia, bayi yang baru lahir pada umumnya menjalani vaksinasi DPT I hingga III secara bertahap. Tujuannya untuk memberikan daya tahan tubuh terhadap penyakit ini. "Kita imbau orang tua agar anaknya yang baru lahir untuk divaksi DPT untuk kekebalan tubuh," katanya.

Dezi menjelaskan, di daerah lain penyakit ini bisa mengakibatkan kematian. Gejala penyakit tersebut adalah demam tinggi, hilangnya nafsu makan dan hidung kerap mengeluarkan lendir. Untuk itu bila ada warga yang merasakan gejala itu, segera memeriksakan fisiknya ke layanan kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Kusnanto Saidi menambahkan, sejak Maret lalu pihaknya sudah gencar melakukan sosialisasi terhadap ancaman penyakit difteri. Sosialisasi dilakukan mulai dari Posyandu, Puskesmas, sampai dengan rumah sakit baik milik swasta maupun pemerintah.

"Kemarin kami juga mendapatkan pengarahan dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) Kementerian Kesehatan," tambahnya.

Untuk itu, pihaknya telah menjadwalkan imunisasi massal untuk mencegah kasus difteri di wilayah setempat. Sebab, kata dia, adanya penetapan status kejadian luar biasa oleh Kementerian Kesehatan di tiga provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten.

"Untuk Kota Bekasi adalah salah satu bagian dari Jawa Barat yang menjadi sasaran imunisasi difteri," katanya.

Sampai saat ini, kata dia, Dinas Kesehatan Kota Bekasi sedang mendata anak yang menjadi sasaran untuk diimunisasi ulang. Namun, jika mengacu pada data imunisasi campak dan rubella, jumlah sasarannya adalah 658.000 dari usia 0-15 tahun. "Bulan Desember ini kita lakukan imunisasi difteri masal," tukasnya.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top