alexa snippet

Minim Personel, Mobil Sitaan di Terminal Rawa Buaya Kerap Dicuri

Minim Personel, Mobil Sitaan di Terminal Rawa Buaya Kerap Dicuri
Kondisi Terminal Rawabuaya yang terbuka kerap dijadikan sasaran pencuri merampas onderdil mobil sitaan di lokasi tersebut.Foto/SINDOnews/Yan Yusuf
A+ A-
JAKARTA - Terminal Rawabuaya, Jakarta Barat, sangat rawan pencurian onderdil mobil-mobil sitaan yang dilakukan Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta. Minimnya jumlah personel dan luasnya area terminal tersebut menjadi salah satu penyebab.

Pantauan SINDOnews, kondisi Terminal Rawabuaya tanpa ada pagar, sangat mudah disusupi orang asing. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya ratusan kendaraan yang disita tak diperhatikan pemiliknya.
Kendaraan dibiarkan menjadi rongsokan karena terbengkalai. Sejumlah kendaraan di Terminal Rawa Buaya terlihat penuh karat, kaca pecah, ban kempis, hingga beberapa di antaranya tak memiliki mesin.

Mobil-mobil itu sengaja dibiarkan pemiliknya karena untuk mengeluarkan membutuhkan uang begitu banyak. Suasana kemudian kembali kian sesak lantaran mobil-mobil yang disita bukan hanya kendaraan pribadi melainkan kendaraan umum besar, seperti bus besar dan Metromini.

Warga setempat Jamran (35) mengatakan, banyak sekelompok pencuri mempereteli mobil mulai dari ban, spion, hingga sparepart mesin.  Dengan menyusup dari jalan masuk di sekitar Stasiun Rawa Buaya yang berjarak 200 meter dari terminal.

Sindikat yang kebanyakan anak-anak remaja mengendap masuk terminal bermodal kunci pas. Mereka datang malam hari, ketika terminal sepi dan tanpa penjaga. Meski demikan tak semua pelaku lolos. Beberapa mereka yang tertangkap kemudian digunduli dan selanjutnya diserahkan ke pihak kepolisian beserta barang bukti.

Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat Anggiat Banjanahor menuturkan, luas terminal yang cukup besar serta mininya personel membuat kondisi Terminal Rawa Buaya rawan pencurian. Meski minim personel, patroli petugas tetap dilakukan mengantisipasi pencurian. “Ini cukup luas, petugas kita terbatas, jadi sulit memantau,” tuturnya beberapa waktu lalu kepada SINDOnews.

Kepala Terminal Rawa Buaya Yanuarianto mengaku tak bisa berbuat banyak dengan kondisi itu. Sejumlah pimpinan Dishub mengetahui akan penuh sesaknya terminal.

Karena itu, pada anggaran 2018 nanti akan mdiangun pagar di Terminal Rawa Buaya. “Kami tunggu saja nanti. Kami ini sudah kerja maksimal dan tak ada pembiaran,” ucapnya.

Selain itu mengantisipasi penuh sesaknya kendaraan. Pihaknya akan mengumpulkan para pemilik kendaraan untuk mengambil kendaraan yang tertahan. “Kami kasih waktu tiga bulan dan kalau juga tidak diambil kendaraannya ada sanksinya. Ini masih dibahas dirapat," ujarnya.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top