alexa snippet

Sehari 2-3 Orang Tewas di Jalanan Ibu Kota

Sehari 2-3 Orang Tewas di Jalanan Ibu Kota
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Setiap harinya di DKI Jakarta sekitar 2-3 orang tewas di jalanan. Ini disebabkan kelalaian pengendara dalam mengemudikan kendaraan.

Ironisnya 70% jumlah kecelakaan melibatkan sepeda motor. Sisanya 30% kecelakaan melibatkan kendaraan roda empat. Berdasarkan data Ditlantas Polda Metro Jaya selama Operasi Zebra Jaya 2016, jumlah kecelakaan meningkat dari 1.037.828 kasus pada 2015 menjadi 1.306.060 kasus pada 2016. Adapun jumlah kecelakaan periode Januari-September 2017 mencapai 715.226 kasus.

Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman) Edo Rusyanto mengatakan, dominasi kecelakaan oleh sepeda motor menunjukkan perlunya edukasi dan penindakan tegas bagi pengendara yang dinilai membahayakan. "Sanksi sangat dibutuhkan untuk mencegah kecelakaan sekaligus mengubah perilaku berkendara," ujarnya, Senin (20/11/2017).

Secara umum, jalan di wilayah Jakarta relatif aman bila dibandingkan dengan dua provinsi besar seperti Jawa Timur dan Jawa Barat. Di dua provinsi itu, setiap hari belasan orang tewas akibat kecelakaan. "Di Jakarta dan sekitarnya tiap hari rata-rata 2-3 orang meninggal dunia akibat kecelakaan di jalan raya," katanya.

Edo juga melihat semakin banyak anak di bawah umur yang mengendarai sepeda motor. Tak heran, separuh dari 70% jumlah kecelakaan akibat pengendara di bawah umur. Tindakan tegas bagi anak di bawah umur yang berkendara tidak cukup dengan penilangan, tapi juga persoalan utamanya ada di orang tua. Diperlukan edukasi yang kuat di keluarga selain sekolah. "Jangan lupa anak-anak di bawah umur adalah tanggung jawab orang tua," ucapnya.

Dia menilai kesadaran keselamatan sebagai kebutuhan saat berlalu lintas di jalan masih minim sehingga terjadi pelanggaran aturan yang memicu kecelakaan. Tak mengherankan jika belasan kecelakaan terjadi setiap hari mayoritas dipicu perilaku berlalu lintas di jalan yang melanggar aturan. Selain edukasi guna menanamkan kesadaran berlalu lintas di jalan yang aman dan selamat, juga dibutuhkan penegakan hukum. Tindakan represif itu harus tegas, konsisten, kredibel, transparan, serta tidak pandang bulu.

"Tujuannya memangkas fatalitas kecelakaan lalu lintas," kata Edo.

Ditlantas Polda Metro Jaya mencatat ada 13 titik yang merupakan daerah rawan pelanggaran dan kecelakaan. "Titik rawan di Jakarta Pusat ada di Jalan Kramat Raya dan Jalan Letjen Suprapto," ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Halim Pagarra.

Selain Jakarta Pusat, titik-titik lainnya yakni Jakarta Utara di Jalan RE Martadinata dan Jalan Perintis Kemerdekaan; di Jakarta Barat berada di Jalan Daan Mogot dan Jalan S Parman; Jakarta Selatan di TB Simatupang, Lenteng Agung, Pangeran Antasari, Kuningan, dan Pancoran; di Jakarta Timur berada di Jalan Raya Bekasi dan DI Panjaitan. Tingginya kecelakaan di jalanan Ibu Kota karena banyaknya pengguna jalan yang kurang sadar akan tertib berlalu lintas.

Selain pengguna kendaraan roda empat, pengendara sepeda motor juga menjadi nomor satu pelaku pelanggaran lalu lintas di Jakarta. Hal tersebut disebabkan jumlah pengendara sepeda motor saat ini cukup banyak sehingga wajar jika menjadi pelanggar terbesar. Pelanggaran yang dilakukan para pengendara sepeda motor selain kelengkapan kendaraan seperti helm, surat-surat berkendara, dan lampu kendaraan, juga banyak pengendara yang bertindak ugal-ugalan di jalan.

"Kalau sudah ugal-ugalan akan sangat mengganggu pengendara lainnya," tuturnya.

Tindakan indisipliner pengendara tersebut juga disebabkan pengenalan rambu/marka di kalangan usia remaja khususnya pelajar masih minim. Sampai saat ini, Ditlantas terus mengupayakan peningkatan kesadaran masyarakat dengan sistem jemput bola. Salah satunya melakukan pendekatan dengan komunitas-komunitas yang menaungi para pengendara sepeda motor. Ditlantas juga telah bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta untuk memasukkan pelajaran lalu lintas dalam kurikulum setiap pelajaran. "Jadi, kami sudah menyentuh seluruh kalangan," ucapnya.

Kasubdit Pembinaan dan Penegakan Hukum Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto mengatakan hingga saat ini pihaknya tidak pandang bulu. Siapa pun yang melanggar akan ditindak. "Kemarin ada pengendara motor gede yang tidak bisa menunjukkan surat-surat dan masuk busway kami tindak. Motornya satu kami sita karena tidak ada suratnya," ujarnya.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top