alexa snippet

Di Rapim KPI, Wali Kota Tegaskan Depok Bukan Sarang Radikalisme

Di Rapim KPI, Wali Kota Tegaskan Depok Bukan Sarang Radikalisme
Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menggelar Rapim KPI se-Indonesia di Kota Depok.Foto/Ilustrasi/Istimewa
A+ A-
DEPOK - Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad menegaskan kota yang dipimpinnya bebas dari radikalisme. Hal itu diungkapkan orang nomor satu di Pemkot Depok dalam Rapim Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) di Depok.

“Depok bebas dari kasus-kasus radikalisme,” kata Idris disaat acara Rapim KPI 2017 di Depok, Rabu (15/11/2017). Idris mengaku bangga  Depok dijadikan tuan rumah Rapim KPI tahun 2017. Mengingat peserta yang ikut adalah seluruh Ketua KPI se-Indonesia.

“Terima kasih telah menunjuk Depok sebagai tempat pelaksanaan rapim ini, sekaligus dapat bersilaturahmi dengan seluruh Ketua KPI di Indonesia,” ucapnya. Menurut Idris, media memiliki peranan penting dalam mencegah radikalisme.

Idris mengharapkan dengan rapim ini maka KPI dapat memberikan wawasan lebih kepada seluruh media untuk memahami perannya dalam menanggapi kasus radikalisme.“Media punya peran dalam menyelesaikan dan mencegah radikalisme, ini menjadi perhatian khusus,” ucapnya.

Soal tudingan lembaga survei beberapa waktu lalu bahwa Depok sebagai sarang radikalisme, Idris menegaskan,  hal itu sudah diluruskan. Dia bahkan mempertanyakan dasar ilmiah survei tersebut. “Kita memerlukan dasar dari survei-survei tersebut saya minta pertanggungjawaban sisi ilmiahnya,” tegasnya.

Idris tidak mau hal seperti ini dijadikan media politisasi. Karena menurutnya ini sangat berbahaya dan masyarakat bisa terprovokasi. “Masyarakat bisa terpacu tersulut dengan isu ini, makanya saya minta masyarakat tenang jangan terpengaruh dan terprovokasi,” ucapnya. 
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top