alexametrics

Pusdikham Uhamka: Aktor Pengarakan Pasangan Bugil Harus Dihukum Berat

loading...
Pusdikham Uhamka: Aktor Pengarakan Pasangan Bugil Harus Dihukum Berat
Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A+ A-
JAKARTA - Publik beberapa hari terakhir dikejutkan oleh aksi massa yang mengarak dan menelenjangi  sepasang remaja di Cikupa, Tangerang, Banten, atas tuduhan berbuat mesum di rumah kontrakan.

Setelah diarak keliling kampung sekitar satu jam, mereka juga dipukuli dan dipermalukan melalui video bugil yang disebar ke media sosial. Namun kepolisian menyebut keduanya tidak terbukti melakukan perbuatan asusila.



Menurut pandangan Direktur Pusat Studi dan Pendidikan HAM Universitas Muhammadiyah Prof Dr Uhamka (Pusdikham Uhamka) Maneger Nasution, penelanjangan atau pengarakan bugil terduga pelaku asusila sebagai bagian dari norma sosial yang sudah lama dianut beberapa warga masyarakat di Indonesia.

"Secara sosiologis dari, fenomena pengarakan bugil--yang sering muncul di komunitas komunal pedesaan--masih bertahan karena penegakan hukum yang danggap lemah dan masih tebang pilih," ujarnya dalam keterangan persnya yang diterima SINDOnews, Rabu (15/11/2017).

Penelanjangan kemudian menjadi hukuman yang bersifat represif atau mempermalukan orang di ruang publik. Tujuan hukuman itu berbeda dengan hukuman di kalangan perkotaan atau terdidik, yakni bukan untuk membuat jera, tapi untuk menegaskan ada aturan yang tidak boleh dilanggar.

"Negara punya mandat untuk menghentikan praktik sanksi sosial yang penuh kekerasan dan menistakan kemanusiaan itu. Ini tradisi yang sudah tak sesuai lagi dengan peradaban masyarakat modern," tandasnya.

Dalam peradaban modern, kata dia, jika ada pelanggaran polisi harus memproses berdasarkan acara hukum pidana yang benar. Negara punya mandat untuk memastikan bahwa masyarakat tidak boleh main hakim sendiri.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak