alexametrics

Pemkot Tangerang Minta Pengelola-Pedagang Pasar Tanah Tinggi Selesaikan Konflik

loading...
Pemkot Tangerang Minta Pengelola-Pedagang Pasar Tanah Tinggi Selesaikan Konflik
Ratusan pedagang Pasar Induk Tanah Tinggi, Tangerang melakukan aksi mogok menolak kebijakan pengelola pasar tersebut.Foto/SINDOnews/Hasan Kurniawan
A+ A-
TANGERANG - Pemkot Tangerang mengancam tidak akan memperpanjang izin pengelola Pasar Induk Tanah Tinggi bila konflik dengan pedagang pasar tak kunjung selesai. Aksi mogok para pedagang di pasar tersebut dikhawatirkan berpengaruh dengan ekonomi di Kota Tangerang.

Kabag Humas Pemkot Tangerang Felix Mulyawan mengatakan, Pasar Induk Tanah Tinggi merupakan pasar terbesar di Kota Tangerang, dan jantung ekonomi di Provinsi Banten. Pasar ini dikelola pihak swasta karena itu, pedagang bisa direlokasi dan ditata, sesuai kehendak pengelola pasar.



"Aksi mogok bisa membuat ekonomi lumpuh. Kami beberapa kali sudah menjalin komunikasi dengan pihak-pihak terkait. Kepada para pedagang dan juga pengelola pasar. Kami akan mencari solusi terkait masalah ini. Kalau terus berlarut-larut, izin pengelola tidak akan kami perpanjang lagi," tegas Felix pada Selasa (14/11/2017).

Untuk diketahui, sebanyak 500 pedagang di pasar tersebut menggelar aksi mogok berdagang. Aksi mogok dipicu perpanjangan harga sewa lapak untuk periode 2021-2026.

Selain karena kebijakan pengelola pasar yang dinilai tidak masuk diakal, karena masa kontrak tersebut masih lama. Sementara untuk sewa lapak tahun ini masih banyak yang belum habis, juga karena penarikan retribusi senilai Rp100 untuk setiap kilogram sayur dan buah-buahan yang masuk ke pasar.

Nani (43), satu satu pedagang yang ikut mogok mengaku keberatan dengan kebijakan baru pengelola pasar terbesar di Kota Tangerang itu. Menurutnya, kebijakan itu ngawur. Apalagi, sewa lapaknya baru habis sampai tahun 2021.

"Lapak belum masa waktunya habis, kok diminta bayar lagi. Saya sewa lapak habisnya sampai 2021, jadi masih empat tahun lagi. Masak sekarang sudah disuruh memperpanjang sewa lapak lagi? Ini sangat tidak masuk akal," katanya, saat ditemui KORAN SINDO di Pasar Induk Tanah Tinggi, Selasa (14/11/2017).
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak