alexa snippet

Atap SDN Cipinang Bogor Ambruk, Belasan Siswa Diungsikan

Atap SDN Cipinang Bogor Ambruk, Belasan Siswa Diungsikan
Kondisi kelas 1 SDN Cipayung yang berantakan akibat plafon di ruangan tersebut ambruk.Foto/SINDOnews/Haryudi
A+ A-
BOGOR - Atap ruang kelas Gedung SDN 1 Cipinang di Kampung Janala, Desa Cipinang, Rumpin, Kabupaten Bogor, ambruk akhir pekan lalu. Meski tak ada korban jiwa, namun akibat kejadian tersebut hingga Selasa (14/11/2017) kegiatan belajar mengajar (KBM) puluhan siswa SDN 1 Cipinang terganggu.

Bahkan puing-puing plafon yang berserakan jadi bukti lapuknya kondisi sekolah. Sejumlah siswa pun diungsikan ke ruangan lain hingga terpaksa menumpuk dalam satu ruangan.

Kepala SD Negeri 1 Cipinang Umama mengatakan, ambruknya plafon tersebut disebabkan karena kondisi material yang sudah lapuk. Saat plafon ruang kelas roboh, Umama menjelaskan, anak-anak kelas satu yang berjumlah 19 orang sedang berada di lapangan.

"Memang ruang yang selama kami gunakan ini sudah kurang layak digunakan lagi. Sekarang ini murid kelas satu harus berbagi kelas dengan murid kelas enam yang berjumlah 33 orang," ujarnya pada Selasa (14/11/2017).

Umama menjelaskan, berdasarkan pendataan total empat baris meja yang ada, dua baris di antaranya untuk kelas satu. Karena itu, ini tak efektif untuk kegiatan belajar mengajar. "Tapi daripada mereka di teras yang kotor, belum lagi kalau hujan," jelasnya.

Untuk kegiatan belajar mengajar pada Selasa (14/11/2017), siswa kelas satu akan ditempatkan di ruangan kantor kosong yang sudah tidak terpakai. Sementara itu, berdasarkan data Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Indonesia yang dirilis Oktober 2017, sebanyak 6.265 ruang kelas di wilayah Kabupaten Bogor mengalami kerusakan parah maupun ringan.

Ribuan ruang sekolah rusak itu tersebar di 10 kecamatan yakni Parung Panjang, Tenjolaya, Jonggol sebanyak 34%, Cariu 31%, Bojonggede 29%, dan Rumpin 20%.

Manajer Program Kopel Indonesia Anwar Razak, terdapat 188.340 siswa yang selama ini terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar (KMB) dalam kondisi tidak aman dan nyaman.

"Bahkan keselamatan mereka terancam, dan sebanyak 140.820 anak terpaksa belajar di ruang kelas sekat atau bahkan di teras rumah warga karena kekurangan ruang kelas. Tentunya, kondisi seperti ini bisa-bisa jiwa mereka menjadi korban karena kelalaian pemerintah," kata Anwar.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor Tb Luthfie Syam mengaku, beberapa waktu lalu sempat mendatangi kantor Unit Pelaksana Teknis Kurikulum (UPTK) Kecamatan Rumpin guna mendata dan menyampaikan apa saja program tahun ini.

"Kita segera masukkan sekolah ini dalam program perbaikan ruang kelas. Tapi untuk lebih jelasnya nanti konfirmasikan ke UPT Rumpin agar lebih jelas," ujarnya.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top