alexa snippet

Dampingi Keluarga Korban Ledakan Pabrik Petasan, Ini Kata Psikolog

Dampingi Keluarga Korban Ledakan Pabrik Petasan, Ini Kata Psikolog
Pabrik kembang api di Kosambi, Tangerang ludes akibat ledakan yang disusul kebakaran hebat. Foto/Ilustrasi/Yorri Farli
A+ A-
JAKARTA - Keluarga korban ledakan di pabrik kembang api, Kosambi, Tangerang, mengaku sudah pasrah dengan kejadian itu. Namun, keluarga korban masih berharap ingin bertemu dengan anggota keluarganya walaupun sudah dalam keadaan tak utuh.

"Mereka sudah senang kalau ketemu sama jenazah meski enggak utuh lagi. Tapi harapan kembali ke rumah meski dengan wujud enggak utuh itu," ujar Psikolog Mabes Polri Fransiska Susi di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (3/11/2017).

Psikolog yang mendampingin keluarga korban dari Mabes Polri ini mengatakan, bersama kelima rekannya melakukan pendampingan keluarga korban hanya sampai pada penyerahan jenazah salah satu keluarganya yang menjadi korban di pabrik milik PT Panca Buana Cahaya Sukses.

Para keluarga yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya dalam insiden ledakan tersebut mengaku hanya ingin mengetahui kepastian kondisi keluarganya. Kebanyakan dari mereka yang dirudung duka mendalam itu ketika telah mengetahui kondisi keluarganya malah ingin melihat langsung kondisi jenazahnya.

Goncangan psikis pun bisa terjadi saat informasi tersebut tersampaikan di telinga keluarga korban. Namun begitu, tim psikolog ini bertugas untuk menampung keluh kesah mereka sekaligus meredam goncangan psikis untuk kembali bangkit dan menerima kenyataan pahit itu.

"Kebanyakan mereka nangis kalau sedikit mengungkit korban," katanya.

"Keluarga pingin lihat jenazahnya tapi dari DVI sendiri jenazah tak berwujud utuh jadi ya sebaiknya mereka ingat yang bagus saja deh daripada melihat (jenazah) enggak utuh," tuturnya.

Menurutnya, rasa duka karena kehilangan anggota keluarga merupakan sesuatu yang wajar. Namun begitu, semuanya tergantung dari penerimaan individu masing-masing.

"Tiga bulan setelah kehilangan keluarga, perasaan nangis sedih itu wajar, berjalan waktu mereka bisa menerima dengan kegiatan sehari jadi jangan mengundurkan diri dari rutinitas karena bisa mengurangi sedih. Jadi 3 bulan itu masih duka," tuturnya.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top