alexa snippet

Diguyur Hujan Deras, Ribuan Rumah di Tangsel Terendam Banjir

Diguyur Hujan Deras, Ribuan Rumah di Tangsel Terendam Banjir
Salah satu perumahan di Kota Tangsel yang terendam banjir akibat hujan deras Senin (23/10/2017).Foto/Hambali/Okezone
A+ A-
TANGERANG SELATAN - Hujan deras yang mengguyur Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Senin (23/10/2017) petang tadi membuat sejumlah kompleks perumahan terendam banjir. Banjir yang kerap datang ini dianggap warga merupakan hal biasa.

Hingga pukul pukul 18.30 WIB tadi, sejumlah kawasan yang ternedam banjir di antaranya, Jalan Kencana Loka BSD Serpong, Perumahan Graha Hijau Ciputat Timur; Puri Bintaro Indah Ciputat; Perumahan Bumi Pamulang Indah (BPI); Perumahan Pinus Pamulang Barat; Reni Jaya Pamulang; Pondok Maharta Pondok Aren; Kampung Bulak Pondok Aren; dan wilayah Muncul-Kranggan Setu.

Ketinggian air rata-rata mencapai 0,5 hingga 1 meter, kondisi demikian membuat warga bersiap menghadapi hal terburuk dengan mengungsi jika genangan air terus meninggi. Mirisnya, banjir yang kerap datang di musim penghujan sudah dianggap hal biasa bagi masyarakat sekitar.

"Setiap hujan deras, air meluap dari sodetan kali. Jadi drainase dan sodetan itu banyak enggak fungsi, karena tertutup sampah dan endapan lumpur," ujar Prayogo (41) warga Puri Bintaro Indah, Jombang, Ciputat, petang tadi.

Keadaan itu, lanjut Prayogo, diperparah dengan keberadaan Situ Parigi di Pondok Aren yang kini tak lagi mampu menampung kiriman air dari permukiman penduduk. Sedimentasi yang terjadi, membuat kedalaman situ makin terbatas untuk menjadi kanal akhir aliran air.


"Pemkot Tangsel segeralah melakukan perbaikan situ-situ, kanal-kanal air, karena daerah kami terimbas langsung dari Situ Pamulang dan Situ Parigi. Di sini hujan setengah jam saja sudah banjir," keluhnya lagi

Di lokasi yang sama, Ketua RW 22 Puri Bintaro Indah, M Natsir (50) menambahkan, banjir di beberapa wilayah Kota Tangsel diakibatkan hal yang relatif sama. Drainase dan kanal-kanal penyalur air, menjadi faktor utama guyuran hujan meluber menggenangi jalan serta rumah warga.

"Kami sudah 10 tahun mengalami hal ini, dan masalah banjir enggak akan selesai jika tidak ditangani secara tuntas. Apa penyebabnya? ya itu drainase. Situ dan kanal-kanal resapan air harus direvitalisasi lagi. di perumahan ini ada 350 Kepala Keluarga (KK), hampir 70% warganya memiliki anak balita, kalau banjir terus kan kesehatan anak-anak juga terancam," ungkapnya.

Sebenarnya persoalan drainase buruk dan kanal-kanal air menjadi tanggung jawab penuh dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Tangsel. "Gorong-gorong got, aliran air di sekitaran pemukiman perlu dinormalisasi dan direvitalisasi agar dapat menampung debit air saat hujan deras," ujar Dian Wiryawan, Staf Kesiapsiagaan BPBD Tangsel di lokasi banjir berbeda, Bumi Pamulang Indah, Pamulang Barat.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top