alexametrics

Realisasi Ok Otrip, Pemprov DKI Pangkas Trayek Angkutan Umum

loading...
Realisasi Ok Otrip, Pemprov DKI Pangkas Trayek Angkutan Umum
Pelaksanaan Program Ok Otrip yang digagas Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anis-Sandi berdampak pada penyempitan trayek angkutan. Foto/ilustrasi/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta terus membenahi angkutan umum. Penataan angkutan ini dilakukan melalui kebijakan Ok Otrip yang digagas Gubernur DKI Anies Baswedan dan wakilnya Sandiaga Uno untuk menjamin transportasi murah dan mengefektifkan lalu lintas angkutan di jalan.

Realisasi Ok Otrip salah satunya dengan cara mempersempit trayek angkutan. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan, dengan menyusutkan trayek, tarif angkutan sebesar Rp5.000 per penumpang bisa terlaksana dalam kurun waktu tiga tahun.

Untuk merampungkan program itu, semua trayek akan terkoneksi ke Bus Transjakarta, sedangkan angkutan lainnya akan menjadi angkutan feeder (pengumpan). Artinya transportasi utama berubah dan terfokus menuju Transjakarta, Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line, mass rapid transit (MRT), dan light rail transit (LRT). Maka itu perlu menata ulang trayek angkutan (rerouting).

Inventarisasi trayek angkutan dilakukan sesuai dengan kebutuhan bus besar. Salah satunya dengan mengukur jumlah ketersediaan bus dan subsidi yang digelontorkan Pemprov DKI sesuai dengan APBD nantinya. "Harus ke rerouting, berapa trayek yang dibutuhkan untuk bus besar dengan klasifikasi jalan harus dilihat semua. Setiap jalan tidak perlu lebih dari dua angkutan," ujar Andri, Kamis (19/10/2017).

Berdasarkan data Dishub DKI, trayek bus besar yang beredar di Jakarta sekitar 71 trayek. Bila di-rerouting, Dishub memprediksi hanya ada 10 trayek. Sebanyak 89 trayek bus sedang akan dipersempit menjadi 46 trayek. Terhadap angkutan kecil seperti angkot, dari 156 trayek akan disusutkan menjadi 85 trayek dan dikelola 13 operator yang tersedia. Dia optimistis rerouting akan mencapai hingga gang-gang kecil di permukiman.

"Inilah yang bakal kita hitung berapa subsidi yang harus dikeluarkan untuk menerapkan rerouting," katanya.

Menurut dia, pembenahan angkutan umum bisa memangkas 50% pemberian subsidi dan mengurangi jumlah angkutan. Ke depan satu ruas jalan hanya akan diisi dua angkutan umum, salah satunya Transjakarta. "Kalau kereta enggak boleh disubsidi, kan sudah disubsidi negara," ucapnya.
halaman ke-1 dari 2
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top