alexa snippet

6 Titik Ini Bakal Paling Sibuk di Jakarta pada 2019

6 Titik Ini Bakal Paling Sibuk di Jakarta pada 2019
Enam titik sibuk di jalur MRT dan Transjakarta di kawasan Jalan Jenderal Sudirman-Thamrin. Foto: Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Pembangunan infrastruktur transportasi di DKI Jakarta terus dikebut guna menekan kemacetan. Dua proyek besar yang digadang-gadang sebagai solusi mengatasi kemacatan di Ibu Kota adalah penambahan jalur Transjakarta dan pembangunan Mass Rapid Transit (MRT).

Jelas, masyarakat Jakarta punya asa besar terhadap kedua moda transportasi massal ini. Akan tetapi jika tidak dikelola dan ditata dengan baik, keberadaan MRT malah dapat membuat Jakarta semakin semrawut.

Penyebabnya, dari dua proyek tersebut terdapat beberapa titik yang saling berkaitan. Sehingga, titik-titik tersebut diprediksi bakal menjadi titik sibuk di Kota Jakarta pada 2019, persisnya setelah MRT dioperasikan.

The Institute For Transportasi and Development Policy‎ (ITDP) Indonesia mencatat setidaknya terdapat enam titik yang bakal menjadi kawasan sibuk di Jakarta pasca beroperasinya MRT. Keenam titik tersebut berada di jalur MRT dan Transjakarta di kawasan Jalan Jenderal Sudirman-Thamrin.

"Keenam titik itu, yakni Bundaran Senayan, Istora, Benhil, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bundaran HI," ujar Associate Transport ITDP Indonesia, Gandrie Ramadhan, saat dihubungi SINDOnews, Senin (21/8/2017).

Menurut dia, keenam titik tersebut menjadi titik sibuk di Kota Jakarta mengingat adanya dua moda transportasi massal yang saling berkaitan. ‎Karenanya, keenam titik ini harus diintegrasikan agar memudahkan penumpang untuk berpindah moda.

"Kami menyarankan adanya koneksi langsung berupa eskalator dan lift dari bawah tanah (Stasiun MRT) ke permukaan (jalur Transjakarta)," jelasnya.

‎Dia menyebutkan, jika penumpang yang keluar dari MRT lalu menggunakan Transjakarta tetapi harus beli tiket lagi tentu sangat merepotkan. "Kalau ke luar lagi dan bayar lagi jelas merepotkan. ITDP sudah membuat desain supaya dua moda transportasi ini terintegrasi," katanya.

Ia mencontohkan, di Jalan Jenderal Sudirman yang MRT-nya berada di bawah tanah, pihaknya mengusulkan agar dibuatkan terowongan penghubung dua moda yang berdekatan tersebut. "Jadi orang tak perlu untuk keluar lagi ke trotoar dan naik JPO untuk naik transjakarta," pungkasnya.
(thm)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top