alexa snippet

Antisipasi Rombongan SOTR yang Meresahkan, Polisi Disarankan Rutin Patroli

Antisipasi Rombongan SOTR yang Meresahkan, Polisi Disarankan Rutin Patroli
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Kriminolog Universitas Indonesia, Josias Simon mengatakan penebaran pasukan perlu dilakukan kepolisian demi mengantisipasi rombongan sahur on the road (SOTR) yang membawa senjata tajam.

"Kalau patroli kurang, siapkan pasukan berseragam preman. Disebar mengawasi titik tertentu, setelah ada indikasi baru di tindak," tutur Josias menanggapi banyakanya SOTR yang meresahkan, Selasa (20/6/2017).

Selain itu, polisi juga diminta untuk lebih mengenal wilayahnya. Sekalipun telah dilakukan patroli. Namun hal itu tidak cukup, karenanya di butuhkan patroli lebih dengan intensif yang tinggi.

Memang diakui, pola patroli demikian memudahkan akomodasi tinggi. Namun, demi kamtibmas operasional bukanlah hal yang alasan lagi.

"Yah mau tak mau, setelah itu kuasai wilayah itu, jadikan potensial suspect baru dibangun pos dengan penjagaan ketat," tutur.

Masih menurut Josias, tindak tegas perlu dilakukan dalam hal ini. Penggunaan senjata tajam wajib diberi sanksi agar memberikan efek jera. Dengan demikian maka akan memberikan efek kejut bagi pelaku SOTR lainnya agar tak lagi menggelar aksi meresahkan.

"Kan kalau sudah bawa sajam saja sudah masuk dalam UUD darurat. Jadi bagaimanapun harus ditindak tegas di beri sanksi sebagaimana hukum. Tak ada toleransi, ini merupakan bukti keseriusan polisi," katanya.



(ysw)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top