alexa snippet

Soal Kriminalisasi Ulama, Komnas HAM Beberkan Penyebabnya

Soal Kriminalisasi Ulama, Komnas HAM Beberkan Penyebabnya
Ratusan orang dari alumni Aksi 212 mendatangi Komnas HAM untuk memberikan dukungan, Jumat (19/5/2017). Foto/SINDOnews/Komaruddin Bagja
A+ A-
JAKARTA - Komisioner Subkomisi Pemantauan Dan Penyelidikan Siane Indriani menegaskan pihaknya enggan disebut hanya membela salah satu pihak dalam dugaan kriminalisasi ulama dan aktivis.

"Kami terimakasih mendapatkan pengaduan lengkap. Seolah-olah pengaduan yang diterima adalah Habib Rizieq Islam dan non Islam. Saya ingin menegaskan jangan memelintir berita. Jangan diframing kita seolah membela Habib Rizieq saja," kata Siane di Kantor Komnas HAM, Jumat (19/5/2017).

Siane menegaskan, Habib Rizieq maupun mereka yang mengadu ke Komnas HAM banyak. Siane juga mengaku ikut mendampingi putri proklamator termasuk para purnawirawan yang ditangkap polisi. "Semua yang datang kesini kami tangani," kata Siane di Kantor Komnas HAM, Jumat (19/5/2017).

Ia melanjutkan, adanya beberapa kegaduhan yang terjadi akibat ulah Basuki T Purnama (Ahok). Siane menyebutkan, semua Aksi Bela Islam maupun penangkapan sejumlah ulama dan aktivis adalah akibat dari penegakkan hukum yang tidak tegas.

"Ini semua dikaitkan dengan peristiwa pada Ahok. Ini sebab akibat jangan melihat akibatnya tapi juga sebabnya. Dengan perlakuan para aparat secara sistematis bisa kami dapatkan benang merah," kata.

Dengan perlakuan aparat penegak hukum itu, lanjut Siane, bisa menunjukan keterkaitan kasus Ahok dengan kasus yang menimpa mereka yang mengadu ke Komnas HAM. "Ini tindakan bernuansa politis. Kami lihat bukan penindakan hukum," jelasnya.

Siane juga mengapresiasi langkah ulama dan Alumni 212 yang mendatangi Komnas HAM untuk melakukan investigasi masalah tersebut. "Kami mengapresiasi, yang disebut radikal, antipancasila tapi masih percaya kepada Komnas HAM. Justru ini merupakan kewajiban kami untuk menjalankan tugas sebaik-baiknya," lanjutnya.



(ysw)
loading gif
Top