alexametrics

DLH Tangsel: Limbah Kawasan Taman Tekno Serpong Cemari Cisadane

loading...
DLH Tangsel: Limbah Kawasan Taman Tekno Serpong Cemari Cisadane
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyatakan kawasan Taman Tekno, Serpong telah mencemari air Sungai Cisadane. Foto: Dok SINDOnews
A+ A-
TANGERANG SELATAN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyatakan kawasan Taman Tekno, Serpong telah mencemari air Sungai Cisadane.

Limbah industri di kawasan tersebut dibuang melalui gorong-gorong secara diam-diam ke Jaletreng Riverpark, Taman Kota 2 BSD. Dari Sungai Jaletreng, limbah mengalir ke Sungai Cisadane mengarah ke Kota Tangerang.

Tak hanya itu, kawasan Taman Tekno juga diduga melanggar izin operasional wilayah dari kawasan pergudangan nonpolutan menjadi kawasan industri berpolutan. (Baca juga: Limbah Medis Diduga Bekas Covid-19 Dibuang ke Sungai Cisadane)

Kepala Seksi Pengawasan dan Pembinaan Lingkungan DLH Kota Tangsel Tedy Krisna mengatakan, Taman Tekno merupakan kawasan nonpolutan atau tidak berlimbah. Di sana seharusnya hanya untuk pergudangan.



"Boleh ada perusahaan, tetapi nonpolutan. Boleh ada polutan, tapi harus dikelola sendiri limbahnya," tegasnya di Serpong, Tangsel, Minggu (2/8/2020).

Menurut dia, pengelola kawasan pergudangan Taman Tekno harus bertanggungjawab terhadap pelanggaran tersebut. Apalagi pelanggaran ini bukan yang pertama, tapi kesekian kalinya. (Baca juga: Ganjil Genap Mulai Diterapkan Lagi, KCI Tak Ubah Jam Operasional Commuter Line)



"Kawasan Taman Tekno khusus kawasan pergudangan. Tidak boleh ada yang melakukan produksi di sana. Tapi, dengan berjalannya waktu, pemangku kepentingan di sana mengabaikan hal tersebut," ujar Tedy.

Pemkot Tangsel tidak berdaya menghadapi hal ini. Apalagi DLH hanya melaksanakan fungsi pengawasan dan pembinaan saja. Tidak adanya tindakan tegas membuat pelanggaran terus terjadi.
(jon)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak