alexa snippet

Sidang Ahok, Hakim Diminta Tak Berpatokan dari Tuntutan JPU

Sidang Ahok, Hakim Diminta Tak Berpatokan dari Tuntutan JPU
Terdakwa kasus penistaan agama Basuki T Purnama (Ahok). Foto: dok/SINDOnews/Ramadhan Adiputra
A+ A-
JAKARTA - Pengamat hukum dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Muzakir mengatakan agar terdakwa kasus dugaan penistaan agama tidak mengulangi perbuatannya, maka harus selalu diawasi.

"Harusnya dimonitor, apakah selama dalam proses persidangan dari penyidikan sampai akhir, seorang terdakwa atau tersangka itu melakukan perbuatan pengulangan," jelas Muzakir Jumat (21/4/2017).

Ia melanjutkan, tindak pidana penghinaan bukan ukuran fisik, tapi psikis. Bukan kerugian materil, tapi imateril.

"Terkait kewenangan hakim, artinya tidak harus berpatokan ke jaksa. Bisa lebih juga dalam konteks ini. Hakim bisa memutus di atas tuntutan jaksa," katanya.

Seperti diketahui, JPU Kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki T Purnama (Ahok) menuntu dengan hukuman satu tahun penjara dan percobaan dua tahun.



(ysw)
loading gif
Top