alexa snippet

Dituntut 1 Tahun, Pengamat Nilai Permintaan Maaf Ahok Bukan Penyesalan

Dituntut 1 Tahun, Pengamat Nilai Permintaan Maaf Ahok Bukan Penyesalan
Terdakwa kasus penistaan agama Basuki T Purnama (Ahok). Foto: dok/SINDOnews/Ramadhan Adiputra
A+ A-
JAKARTA - Pengamat hukum dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Muzakir mengatakan jika jaksa menganggap bahwa dakwaannya atau tuduhannya kepada Ahok diPasal 156 dan 156a KUHP itu terbukti, semestinya ada dua tindak pidana yg terbukti.

"Penghinaan golongan dan penodaan agama. Kalau itu dua pasal, hukuman digabung," kata Muzakir, Jumat (21/4/2017).

Muzakir menambahkan, jika jaksa hanya menuntut 1 tahun dan percobaan 2 tahun harus dipertimbangkan pula apakah terdakwa menyesali perbuatannya.

"Jika terdakwa mengaku dan menyesali perbuatan, jaksa bisa mempertimbangkan faktor yang meringankan dakwaan. Kalau Ahok tidak menyesali, itu berarti faktor yang memberatkan dalam menyusun penuntutan," urai Muzakir.

Kalau dari proses tadi, lanjutnya,  bahwa jaksa ternyata menyatakan itu terbukti, harusnya dipertimbangkan yang memberatkan dan meringankan.

"Dia (Ahok) minta maaf karena menganggu ketentraman masyarakat, bukan atas perbuatan yang dituduhkan seperti penghinaan bukan suatu yang bersalah," katanya.

"Artinya terdakwa tidak menyesali dan mengakui perbuatan itu. Kalau itu dilakukan, itu faktor memberatkan," tuturnya.



(ysw)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top