alexa snippet

Pemkab Bekasi Kekurangan 5.500 Lampu PJU

Pemkab Bekasi Kekurangan 5.500 Lampu PJU
Berdasarkan master plan Kabupaten Bekasi lima tahun ke depan hingga 2019, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi menyatakan wilayahnya masih kekurangan sekitar 5.500 titik Penerangan Jalan Umum (PJU). Foto/Ilustrasi/Koran SINDO
A+ A-
BEKASI - Berdasarkan master plan Kabupaten Bekasi lima tahun ke depan hingga 2019, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi menyatakan wilayahnya masih kekurangan sekitar 5.500 titik Penerangan Jalan Umum (PJU).

”Dari amanat itu, pemerintah dinilai sangat berkewajiban memenuhi target sebanyak 10 ribu titik PJU lima tahun kedepan, dan wilayah kami masih kekurangan PJU,” ujar Kabid PJU, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Bekasi, Juniardiana Rosatijawan, Rabu (9/11/2016).

Menurut dia, 10 ribu titik PJU tersebut untuk ditempatkan diseluruh jalan di 23 Kecamatan dan 182 Desa dan 5 Kelurahan di Kabupaten Bekasi. Saat ini, kata dia, jumlah PJU milik Kabupaten baru mencapai 4.500 titik yang tersebar di berapa Kecamatan. ”Kita baru penuhi kurang dari 50 persen dari target,” katanya.

Sehingga, lanjut dia, lampu PJU di jalan utama maupun jalan arteri dan perkampungan belum terpasang menyeluruh semuanya. Bahkan, masih ada wilayah Kecamatan dan Desa di pelosok yang belum diterangi lampu PJU. Misalnya, di wilayah Kecamatan Cabangbungin dan Muaragembong.

Juniardiana mengaku, untuk memenuhi targetan PJU tersebut, DKP sudah memasukan anggaran sebesar Rp5 miliar untuk membangun PJU di 1.500 titik yang tersebar di beberapa Desa. Sehingga, jumlahnya akan bertambah menjadi 6.000 titik. ”Targetan PJU akan terpenuhi ditahun 2019,” ungkapnya.

Saat ini, lampu PJU yang ada memang sudah dioptimalkan, meskipun terus melakukan pemeliharaan masing-masing PJU yang terpasang. Bahkan, dalam setahun, ada 750 sampai 1.000 PJU yang dipelihara karena PJU yang terpasang memiliki jangka waktu tertentu.

Sebab, ada jangka waktu tertentu dari fungsi PJU tersebut, karenanya jika tidak dipelihara akan cepat rusak, sehingga warga tidak mendapatkan pelayanan. ”PJU selain berfungsi sebagai sarana dan pelayanan warga, juga bisa mencegah angka kriminalitas, jika gelap bisa menggundang kejahatan,” tegasnya.

Kepala DKP Kabupaten Bekasi, Dewi Trisnowati menambahkan, lampu PJU yang nantinya akan dipasang menggunakan teknologi LED. Menurutnya, penggunaan lampu LED untuk PJU akan menghemat biaya tagihan listrik ke PLN. Karena selama ini, tagihan listrik pemerintah daerah cukup besar.

”Selain hemat menggunakan LED, ramah lingkungan dan PJU LED ini bisa bertahan lama dibandingkan dengan PJU TL yang saat ini digunakan,” tambahnya. Untuk pilot projek lampu LED ini, kata dia, tahun 2017 akan dipasang di sepanjang Jembatan Tegaldanas, Cikarang Pusat.

Pantauan Koran SINDO, seluruh akses jalur transportasi darat di wilayah Kabupaten Bekasi, khususnya di daerah pedesaan belum semuanya tersentuh lampu PJU. Salah satunya terlihat di Jalan Raya Gemalapik dekat Jalan Tol Cikarang Cibatu KM 33.600, Desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Selatan.

Tentunya hal itu dikeluhkan para pengguna jalan yang rutin melintasi jalur tersebut di malam hari menuju Jababeka, Lippo Cikarang maupun menuju Jalan Raya Cikarang-Cibarusah. ”Kalau malam hari sangat gelap,” kata Mala Nurbaeti (25) salah seorang karyawati pabrik di Jababeka yang tinggal di Taman Sentosa.

Bahkan, kata dia, sudah beberapa kali dijalan tersebut sering terjadi aksi kejahatan semisal perampokan maupun pembegalan oleh orang yang memanfaatkan jalan tanpa penerangan tersebut. ”Kami minta pemerintah segera menerangi jalan tersebut dengan PJU,” katanya.



(ysw)
loading gif
Top