alexametrics

Misteri Harta Karun di Gudang Timur Kasteel Batavia (Bagian-2)

loading...
Misteri Harta Karun di Gudang Timur Kasteel Batavia (Bagian-2)
Ilustrasi Kota Tua. (dok/Okezone)
A+ A-
SELAIN menyimpan cerita perjuangan para pasukan Kerajaan Mataram melawan tentara VOC, ternyata di Kasteel Batavia, kawasan Kota Tua terdapat misteri keberadaan harta karun terpendam. Bahkan, pihak pemerintah meyakini kebenaran cerita tersebut dan mengirim tim untuk mencari keberadaan harta karun itu.

Berdasarkan sumber dari laman resmi Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DKI Jakarta, Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta telah mengadakan penelitian arkeologi untuk membuktikan sisa-sisa dan fondasi di sekitar Kasteel Batavia.

Penelitian selama 10 hari menemukan sisa-sisa bata lama bagian dari kastil sesuai ukuran dan bentuk aslinya. Juga ditemukan pecahan-pecahan keramik Cina dan Eropa dari berbagai periode.

Selain itu, kata Husnison Nizar, arkeolog dari Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI, ditemukan pinggiran Kali Besar di kedua sisinya.



Sementara itu, menurut Gatot Sudarto (63) warga Jalan Tongkol RT 7 RW 1 di material bangunan tua di Kasteel Batavia diincar para kolektor barang antik. Misalnya bekas fondasi gudang roboh.

“Bicara harta karun, sebenarnya, bahan bangunan gudang timur ini berharga. Kayu fondasinya dari kayu jati. Itu sangat kuat, usianya saja sudah 100 tahun lebih,” kata Gatot yang menjadi guide dalam perjalanan bersama Komunitas Anak Kali Ciliwung beberapa waktu lalu.

Terlepas dari nilai material sebuah harta karun, Gatot percaya nilai sejarah jauh lebih mahal dan sangat berharga untuk diwariskan.

”Menurut saya, harta karun yang sangat berharga itu adalah seluruh kisah tentang sejarah bangunan di Kota Tua, khususnya gudang timur ini. Dengan mengetahui sejarah mereka akan menghargai jasa pahlawan mereka yang telah berjuang sejak dulu untuk mengusir para penjajah,” tegas Gatot.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak