alexa snippet

Ini Alasan Massa Tolak Kedatangan Ahok

Ini Alasan Massa Tolak Kedatangan Ahok
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). (Dok. Sindophoto)
A+ A-
JAKARTA - Arogansi dalam bertutur dan sikapnya yang sewena-wena membuat sejumlah masyarakat mulai melakukan aksi menolak kedatangan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Mereka menilai Ahok tidak pantas memimpin Jakarta.

Setelah sebelumnya masyarakat Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara, melakukan penolakan terhadap orang nomor satu di DKI Jakarta. Kali penolakan serupa juga dilontarkan oleh sejumlah masyarakat, di antaranya masyarakat Bandengan dan Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Tak hanya dari sejumlah masyarakat DKI, penolakan terhadap Ahok juga mulai datang dari sejumlah organisasi masyarakat (ormas), aliansi dan komunitas, maupun beberapa kelompok anggota lainnya, seperti massa yang mengatasnamakan Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI)

Mereka yang menolak kedatangan Ahok untuk meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di Panjaringan, Jakarta Utara. Dalam aksinya yang berakhir ricuh, mereka menuntut agar Ahok tak datang saat peresmian RPTRA.

"Kami sudah sepakat, untuk menolak segala aktivitas dan kegiatan yang dilakukan Ahok," kata Sekretaris Masjid Luar Batang, Mansur Amin, di lokasi, Kamis (23/6/2016).

Tak hanya soal tutur kata, Ahok dituding sering berbuat gaduh, membuat kondisi masyarakat Jakarta menjadi terpecah. Camat dan lurah yang semestinya menjadi pelayan tak lagi bekerja secara maksimal bahkan terkesan tertekan mendapat perintah dari Ahok.

"Mereka bekerja menjadi tidak ikhlas setelah karena tekanan yang begitu tinggi," cetus.

Melihat kondisi begitu, Mansur sepakat apa yang dilakukan Ahok telah melanggar simbol negara, yakni Pancasila. Terlebih dalam setiap aksinya Ahok sering menyampingkan asas Demokrasi yang merupakan bagian dari asas pancasila.

"Jelas yang dilakukannya adalah pelanggaran," tuturnya.

Sementara itu, ditemui secara terpisah, Wahyu (33), salah seorang pengurus RW di kelurahan Tanjung Duren Selatan, Grogol Petamburan, Jakarta Barat mengatakan, tidak semua masyarakat di kawasan Grogol Petamburan melakukan penolakan terhadap kedatangan Ahok. Namun, hal itu sedikit dibanding yang menolaknya.

"Tidak semuanya, sebagian kecil saja yang mendukung kedatangannya," tuturnya.

Namun lantaran Ahok kerap menimbulkan konflik dan membuat gaduh suasana. Karena itu mereka sepakat, pengurus RW dan Masjid Nurul Farah untuk tak lagi mendukung kedatangan Ahok. Hal ini dikarenakan takut terjadi hal-hal yang mengaku memecah belah warga. "Kami sudah sampaikan hal ini ke Pak Lurah," pungkasnya.



(mhd)
loading gif
Top