alexametrics

Awas, Titik Rawan Ranjau Paku di Jakarta-Bekasi

loading...
Awas, Titik Rawan Ranjau Paku di Jakarta-Bekasi
Kejahatan ranjau paku masih mengintai warga Ibu Kota Jakarta dan sekitarnya. (Dok. Sindophoto)
A+ A-
JAKARTA - Kejahatan ranjau paku masih mengintai warga Ibu Kota Jakarta dan sekitarnya. Komunitas Sapu Bersih Ranjau Paku (Saber Community) mengingatkan, para bikers untuk tetap berhati-hati selama melintasi beberapa titik yang rawan.

Menurut Abdul Rohim Saber (46), beberapa titik rawan ranjau paku di antaranya Jakarta Pusat seperti Jalan Veteran, Jalan Medan Merdeka Barat, dan Cideng. Jakarta Barat di Jalan Daan Mogot Raya.

Sedangkan untuk wilayah Jakarta Timur di Jalan Raya Bekasi dari Pulogadung arah Bekasi.



"Untuk Jakpus dan Jakbar mereka menggunakan paku berbagai ukuran sebagai ranjau. Kalau Jaktim-Bekasi menggunakan besi bekas payung," kata Rohim kepada Sindonews, Rabu 17 Juni 2015.

Hasil kerja keras menyapu ranjau dari tahun 2011 hingga 2015, Saber berhasil mengumpulkan sebanyak satu ton tiga kuintal paku ranjau.

Rohim senantiasa mengimbau para pengguna sepeda motor hendaknya berhati-hati ketika melintas di daerah rawan tersebut.

"Berkendara dengan kecepatan 20 km per jam aman itu. Apalagi di malam hari, kalau kitaa ngebut, ranjau itu lebih mudah menusuk ban kita," tuturnya.

Rohim menambahkan, tujuan menebar paku oknum tukang tambal ban pun beragam ada yang untuk melariskan dagangan ban dalam abal-abal seharga Rp15 ribu yang dijual kembali berikut jasa pemasangan hingga mencapai Rp50 ribu.

"Di Jaksel, beda lagi bukan oknum tambal ban, tapi komplotan perampok nasabah yang baru ambil duit di bank. Jadi dia sengaja nusuk besi ke samping ban mobil setelah pengemudinya turun, baru disikat habis harta bendanya," terang Rohim.

PILIHAN:

Istana Presiden Rawan Ranjau Paku di Malam Hari


Waspada, Ribuan Ranjau Paku Tersebar di Jalan


Polisi Selidiki Maraknya Ranjau paku di Kalimalang
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak