Banjir Mengancam Jakarta, Ini yang Dilakukan Anies-Sandi

Selasa, 12 Desember 2017 - 23:58 WIB
Banjir Mengancam Jakarta, Ini yang Dilakukan Anies-Sandi
JAKARTA - Jakarta kembali rawan banjir menyusul tingginya curah hujan. Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meningkatkan koordinasi untuk menghadapi banjir. Koordinasi tersebut bertujuan untuk memastikan terhubungnya seluruh saluran air di Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan, hujan yang terjadi pada Senin (11/12/2017) hingga hari ini memang cukup lebat dan secara umum jauh dari rata-rata hujan pada biasanya. Akibatnya di sejumlah jalan protokol terjadi genangan, tapi tidak bertahan lama.

Dari hasil peninjauan ke lapangan , Anies melihat genangan umumnya terjadi di kawasan lokasi pembangunan, seperti Kuningan dan Jalan Gatot Subroto. "Proyek harus jalan tapi saluran air juga harus diperhatikan, karena itu merepotkan warga," ujar Anies di Balai Kota, Selasa (12/12/2017).

Anies menegaskan, hujan lebat yang menyebabkan genangan, pohon tumbang hingga tanggul jebol, harus menjadi bahan untuk perbaiki peningkatan kesiagaan. Sebab, apabila dari sisi persiapan sudah dilakukan namun ada satu-dua yang ceroboh, masalah tetap akan muncul.

Begitu juga dengan pompa yang jumlahnya mencapai 150 unit, satu saja mengalami masalah, semuanya akan menjadi masalah. Untuk itu, semua pihak yang bertanggungjawab harus konsisten menyelesaikan permasalahan banjir di Jakarta.

"Saya bertanggung jawab. Saya akan instruksikan apa yang menjadi amanat dari saya ke bawah, untuk memastikan sampai di paling ujung bahwa semua akan bertanggung jawab," tandasnya.

Untuk jangka panjang, Anies akan menaturalisasi kali yang semula sekitar 10-20 meter kini menyempit karena adanya pembanunan rumah warga. Kemudian, tangul-tanggul rawan jebol, seperti di kawasan Jati Padang, Jakarta Selatan, harus ditangani dengan dibeton.

"Instruksinya diganti dengan beton. Pokoknya sekarang yang jangka pendek adalah mengamankan. Jangan terjadi limpahan lagi jangan terjadi banjir lagi," pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga, mengatakan akan membenahi sumur resapan air di seluruh wilayah. Nantinya sumur resapan air akan memiliki diameter sekitar 30 centimeter. Sandi telah meminta ahli dari Institut Teknologi Bandung dan Universitas Indonesia untuk membangun gerakan itu.

Para pemilik gedung pun, kata Sandi, wajib menyerap air hujan ke dalam tanah. "kemarin kelihatan ketidaksegiapan semua. Bukan hanya masyarakat, tapi pemerintah juga ikut bertanggung jawab, karena cara penanganan kita yang masih this is as usual," pungkasnya.
(thm)
Berita Rekomendasi
Terpopuler
Berita Terkini More