Zaki anggap kasus korupsi ayahnya selesai

loading...
Zaki anggap kasus korupsi ayahnya selesai
Zaki anggap kasus korupsi ayahnya selesai
Sindonews.com - Putera mahkota Bupati Tangerang Ismet Iskandar, Ahmed Zaki Iskandar yang ingin menggantikan ayahnya menjadi Bupati Tangerang dalam Pilkada Kabupaten Tangerang, pada 9 Desember mendatang mengaku kasus yang menyeret nama ayahnya sudah selesai.

Diketahui sebelumnya, Ismet terseret kasus dugaan korupsi pengadaan armada pemadam kebakaran (damkar) sekitar Rp10 miliar. Saat ditanya, anggota DPR Komisi I dari Partai Golkar tersebut mengaku, kasus ayahnya itu telah selesai.

“Tidak ada itu, itu sudah selesai,” kata Ahmed Zaki Iskandar usai kampanye di Lapangan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Senin (26/11/2012).

saat ketika ditanya apakah yang dimaksud selesai sudah mendapat surat pemberhentian penyidikan perkara (SP3). “Saya tak tahu, pokoknya sudah selesai,” ujar Zaki seraya bergegas meninggalkan wartawan.



Diketahui sebelumnya, Bupati Tangerang Ismet pada 21 Oktober 2003 telah melakukan penunjukan langsung kepada PT. Alam Rimbun Semesta milik pengusaha Tjiam Ming Haw guna melaksanakan proyek pengadaan tiga unit mobil damkar dan satu unit mobil tangga hydrolik dengan nomor surat 602.21/2307-Umum/2003.

Dalam proyek tersebut tercatat, pihak Pemkab Tangerang telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp10.135.400.000. Dalam kasus ini Ismet dinilai telah melakukan tindak korupsi administratif karena penunjukan langsung yang dilakukan dalam proyek itu, tidak mendapat persetujuan dari DPRD Kabupaten Tangerang.

Ismet sendiri telah menjadi tersangka dalam kasus tersebut. Namun hingga kini kejelasan hukum kasus yang menimbulkan kerugian negara itu, tak terdengar lagi.

Sementara itu, Zaki yang berpasangan dengan Sekda Kabupaten Tangerang Hermansyah yang akhirnya diganti dengan Iskandar Mirsyad sebagai Plt Sekda, sebelumnya antusias dengan wartawan saat ditanya membahas seputar Aden Abdul Khaliq yang merupakan fungsionaris Partai Golkar yang kini menjadi lawannya.

Menurut Zaki, DPP Partai Golkar tengah membahas bagaimana kader Golkar yang pecah kongsi dengan kehadiran Aden yang maju bersama mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tangerang. Sedangkan Aden merupakan anggota DPRD Provinsi Banten yang berasal dari Partai Golkar.

“Kita menyerahkan kepada DPP, seperti kata Sekjen DPP Idrus Marham tadi akan seperti apa bagi kader yang membelot. Tetapi itu urusan internal partai,” terang Zaki.



Dia juga mengaku, yakin bisa memperbaiki jalan yang selalu rusak di Kabupaten Tangerang dimasa kepemimpinan ayahnya. “Saya optimis menang 70 persen,” terangnya.

Sementara Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham mengatakan, pihaknya telah menyampaikan kepada pengurus DPD tingkat I Provinsi Banten agar memecat Aden Abdul Khaliq. “Bahkan kita sudah minta dia diganti menjadi dari kursi anggota DPRD-nya,” tutup Idrus.
(san)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top