alexametrics

Dokter RSUD Jatisampurna Meninggal, Pemkot Bekasi Masih Tunggu Hasil Lab Kemenkes

loading...
A+ A-
BEKASI - Salah satu dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tipe D Jatisampurna, Kota Bekasi dikabarkan meninggal dunia diduga terpapar Corona Virus atau Covid-19. Dokter itu diketahui berinisial drg APA atau akrab disapa drg VV.

Dokter VV dikabarkan meninggal pada Senin 29 Maret 2020 usai dirawat di RSUP Persahabatan. Dokter VV merupakan warga Cibubur, Jakarta Timur, akan tetapi bekerja di RSUD Tipe D Jatisampurna, Kota Bekasi yang merupakan rumah sakit pelat merah milik Pemkot Bekasi.

Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto membenarkan kabar meninggalnya dokter di RSUD Jatisampurna. Hingga saat ini, pihaknya masih menunggu hasil dari Litbangkes Kementerian Kesehatan."Iya benar dr VV meninggal dunia, kami masih menunggu hasil tes dari Litbangkes Kemenkes," kata Tri kepada wartawan Rabu (1/4/2020).



Menurut dia, pemerintah daerah belum mengetahui hasil cek dokter tersebut. Namun, penetapan seseorang positif Covid-19 dilakukan setelah hasil tes dikeluarkan Litbangkes. Oleh karena itu, status dokter yang meninggal belum bisa dipastikan positif Corona atau bukan.

”Harus Litbangkes yang memberikan hasilnya,” ujarnya. Hingga saat ini belum ada yang meninggal karena Covid-19 di Kota Bekasi. Namun, ketersedian alat pelindung diri (APD) di RSUD Jatisampurna di informasikan sangat minim.

Padahal, lokasi rumah sakit tipe D itu tengah menangani Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19. Sumber SINDOnews yang tak ingin disebutkan namanya menyebutkan, manajemen rumah sakit memaksakan para tenaga medis yang sakit untuk tetap masuk.

Yang lebih parah, tidak adanya APD sejak beberapa hari lalu. Bahkan, rumah sakit itu juga sangat minim jumlah tenaga medis. Ditambah hanya ada satu dokter spesialis paru. Selain itu asupan makan tenaga medis kurang diperhatian. Tak ayal, banyak tenaga medis di sana yang sakit."Perawat sama dokter sudah pada sakit, tetap disuruh masuk. Kalau tidak disuruh ajukan surat mengundurkan diri," kata sumber itu.

Pemerintah Kota Bekasi juga terkesan memaksakan RSUD tipe D Jatisampurna menjadi lokasi penanganan pasien Covid-19. Padahal, fasilitas di rumah sakit tidak memadai dan tidak sesuai standar. Ruang isolasi hanya dilengkapi exhouse tidak ada ada hepa filter, tekanan negatif, maupun pengukur tekanan.

Kemudian ruang anteroom atau ruang pemisah antara ruang isolasi pasien dengan perawat baru dibuat setelah ada satu pasien yang sudah pulang. "Jadi ruang isolasi tidak sesuai standar, terkesan memaksakan gitu. Padahal sarana prasarananya belum siap," ujarnya.

Sumber itu menyebutkan kondisi sejumlah tenaga medis kini tengah dilanda gelisah. Sebab, adanya salah satu dokter di RSUD Jatisampurna yang meninggal, pada 29 Maret 2020.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top