alexametrics

Eksodus Mudik Lebih Cepat, Terminal Kampung Rambutan Terpantau Masih Lengang

loading...
A+ A-
JAKARTA - Kantor Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait tengah menggodok opsi kebijakan tidak mudik Lebaran 2020 untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 ke penjuru Indonesia.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga sudah meminta masyarakat yang merantau ke Jakarta untuk tidak pulang kampung.

Sebelum kebijakan itu turun, saat ini sudah banyak perantau Jakarta yang memilih pulang kampung. Mereka memilih mudik lebih cepat karena pekerjaan di Jakarta kian tidak pasti. (Baca: Eksodus Mudik Lebih Cepat, Pengamat: Biaya Hdup di Jabodetabek Kian Berat)



Namun aktivitas di Terminal Kampung Rambutan hingga kini masih terpantau lengang. Kepala Terminal Kampung Rambutan Made Joni mengatakan, hingga saat ini belum terjadi lonjakan penumpang, baik dari segi pemesanan tiket bus untuk pulang kampung maupun pemberangkatan harian.

"Belum ada lonjakan penumpang untuk mudik ke kampung halaman di tengah wabah Corona. Saat ini pemesanan tiket saat di loket-loket juga belum ada lonjakan," kata Made saat dihubungi SINDOnews, Sabtu (28/3/2020).

Dia menambahkan, normalnya terminal Kampung Rambutan dalam sehari bisa melayani penumpang berkisar ribuan. Tapi saat ini jumlah itu turun drastis.

"Untuk Jawa Tengah normalnya 1.500 per hari namun sekarang rata-rata 400-700-an. Untuk Jawa Timur normal per hari 150-an namun sekarang di bawah 80-an perhari," bebernya.

Diketahui, jumlah pasien yang positif mengidap Covid-19 di Indonesia semakin bertambah. Hingga pukul 16.00 WIB hari ini , berdasarkan data yang dihimpun dari situs corona.jakarata.go.id jumlah kasus Covid-19 ada 1.046 pasien, dengan rincian 913 orang tengah dirawat, 46 pasien dinyatakan sembuh, dan 87 orang meninggal.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top