alexametrics

Kabupaten Bekasi Anggarkan Rp50 Miliar untuk Penanganan Covid-19

loading...
A+ A-
BEKASI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi telah menyiapkan anggaran sedikitnya Rp50 miliar untuk mencukupi seluruh kebutuhan penanganan kasus Covid-19. Namun, anggaran yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020 tersebut tidak seluruhnya dapat dibelanjakan.

Bupati Eka Supria Atmaja mengaku masih kesulitan mencukupi kebutuhan alat pelindung diri (APD) untuk para tenaga medis di 10 rumah sakit rujukan di Kabupaten Bekasi."Anggaran Rp50 miliar itu untuk memenuhi semua kebutuhan. Namun, meski anggarannya ada, tapi belum bisa memenuhi alat pelindung diri," kata Eka kepada wartawan Jumat (27/3/2020).

Saat ini, kata dia, petugas medis di Kabupaten Bekasi sangat membutuhkan APD. Dia pun telah mencari ke sejumlah penyedia namun belum menemukan hasil."Mereka (penyedia) pun kesulitan karena kebutuhannya banyak. Namun masih kami terus usahakan," ujarnya.



Kebutuhan APD di Kabupaten Bekasi memang sangat diperlukan, terlebih Bekasi menjadi salah satu daerah dengan jumlah kasus terbesar di Jawa Barat. Untuk itu dia berharap penyediaan APD oleh pemerintah pusat dan provinsi dapat segera tersalurkan ke para petugas medis.

Berdasarkan data Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Bekasi, jumlah kasus positif yakni, 15 orang dengan rincian 11 pasien dirawat, satu sembuh dan tiga meninggal dunia. Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 75 orang, dan Orang Dalam Pemantauan 310 orang.

Selain penyediaan APD, anggaran tersebut pun digunakan untuk berbagai kebutuhan mulai dari pencegahan, pemetaan dan pelacakan peredaran virus hingga penanganan pasien yang positif. Tidak hanya imbauan, pemerintah masih giat terus
cairan disinfektan di setiap penjuru, terutama yang menjadi fasilitas publik.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top