5 Pelajar Tewas dan Lima Cacat Seumur Hidup akibat Tawuran di Tangsel

loading...
5 Pelajar Tewas dan Lima Cacat Seumur Hidup akibat Tawuran di Tangsel
5 Pelajar Tewas dan Lima Cacat Seumur Hidup akibat Tawuran di Tangsel
TANGERANG SELATAN - Tawuran pelajar dan antarpemuda di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sepanjang 2018 ini masih terbilang tinggi. Sebanyak lima pelajar tewas, dan lima lainnya menderita cacat seumur hidup akibat tawuran tersebut.

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Alexander Yurikho, selama 2018 saja, sedikitnya ada beberapa kasus tawuran menonjol yang terjadi di Tangsel."Saling ejek di media sosial, rata-rata jadi penyebabnya. Harus ada pendekatan dari semua pihak. Terutama orang tua dan sekolah," kata Alexander kepada SINDOnews di Polres Tangsel pada Selasa (25/12/2018).

Para pelaku tawuran, didominasi pelajar atau anak-anak. Pendekatan terhadap para pelaku, terutama dari orangtua dan sekolah, dikatakan, sebagai formula dini untuk pencegahan. Selama 2018 ini, menurut catatan Polres Tangsel, sedikitnya ada sejumlah tawuran dan kekerasan remaja yang terjadi dan menyebabkan korban tewas maupun cacat.

Kasus pertama, terjadi pada 1 Januari 2018, di Boulevard, Sektor 9, Bintaro Jaya, Pondok Aren. Dalam peristiwa ini, kawanan remaja dengan menggunakan motor, menusuk remaja lainnya di bagian leher hingga tewas.
Kasus kedua terjadi pada 13 Agustus 2018, di dekat Sekolah Binus, Lengkong Karya, Kecamatan Serpong. Seorang remaja nekat membacok remaja lainnya berkali-kali di bagian punggungnya hingga korban tewas.



Selanjutnya pada 18 Oktober 2018, di daerah Padat Karya, Kecamatan Curug. Kali ini melibatkan dua kelompok siswa SMK Mandiri, Kecamatan Panongan, dengan SMK Yupentek 24. Tawuran yang dipicu akibat pertandingam futsal itu, mengakibatkan lengan seorang siswa putus, setelah dibacok dengan sebilah celurit. Korban selamat, tapi harus menderita cacat seumur hidup.

Kasus keempat terjadi di RM Tandika, Jalan Cirendeu Raya, Ciputat Timur, pada 26 Mei 2018. Dalam kejadian itu, seorang remaja kembali dibuat cacat. Pergelangan tangan kanannya nyaris putus dibacok celurit. Kekerasan remaja selanjutnya, terjadi di Jalan Raya Sepong, pada 15 Desember 2018. Kali ini melibatkan kawanan remaja yang tergabung dalam fan grup musik.

Dalam peristiwa ini, seorang remaja salah satu pendukung grup musik tewas dibacok dengan celurit. Tidak berhenti di situ, pada 31 Juli 2018, tawuran antar kelompok pelajar juga terjadi Jalan Raya Puspitek. Kali ini, tawuran melibatkan pelajar dari SMK Sasmita Jaya, dengan SMK Bhipuri. Salah seorang pelajar SMK Sasmita Jaya tewas.



Terakhir, tawuran terjadi pada 2 Desember 2018, di Jalan Bintaro Utama, Sektor III, Kelurahan Jurangmangu Timur, Kecamatan Pondok Aren. Dalam peristiwa itu, satu pelajar tewas, dan tiga lainnya menderita cacat.

Sembilan orang pelaku diamankan dalam tawuran itu. Pelakunya rata-rata pelajar, mulai tingkat SMP hingga SMA. Dari sembilan orang itu, hanya 1 yang dewasa.
(whb)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top