Bayi 15 Bulan Meninggal Dunia Setelah Ditolak 4 RS di Tangerang

loading...
Bayi 15 Bulan Meninggal Dunia Setelah Ditolak 4 RS di Tangerang
Bayi 15 Bulan Meninggal Dunia Setelah Ditolak 4 RS di Tangerang
TANGERANG - Seorang bayi perempuan berusia 15 bulan meninggal setelah ditolak empat rumah sakit di Kota Tangerang. Bayi bernama Mesiya Rahayu itu diketahui meninggal karena terlambat mendapat pertolongan pertama lantaran infeksi paru-paru yang dideritanya.

Mesiya adalah anak kelima dari pasangan suami istri Undang Misrun (42), dan Kokom Komalasari (37), yang tinggal di sebuah kontrakan sempit RT02/01, Kelurahan Neglasari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang.

Menurut Misrun, peristiwa itu berawal saat anaknya tiba-tiba muntah dan sesak nafas pada Minggu 4 September 2016 sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.

Dirinya bersama istrinya pun dengan sigap langsung membawa Mesiya ke klinik setempat. Di sana anaknya sempat ditangani. Namun, dokter klinik menyebutkan jika Mesiya terkena diare. Sang dokter lalu merujuknya ke Rumah Sakit Sitanala untuk dirawat.



"Saat di RS Sitanala, anak saya masuk di IGD. Saya sempat mengajukan BPJS. Tetapi tidak diterima karena punya saya BPJS Ketenagakerjaan. Akhirnya saya mendaftar sebagai pasien umum dengan membayar Rp370 ribu," katanya di Tangerang, Senin 5 September 2016.

RS Sitanala pun melakukan penanganan dengan memberikan infus, menyuntikkan obat dan memberi bantuan pernafasan dengan oksigen. Dari hasil pemeriksaan dokter, Mesiya didiagnosa infeksi paru-paru.

"Kemudian pihak RS Sitanala memberikan rujukan dengan alasan tidak memiliki alat untuk menangani anak saya," jelas Misrun yang bekerja sebagai sopir truk sampah di Dinas Kebersihan dan Pertamaman Kota Tangerang sebagai Tenaga Harian Lepas (THL) ini.



Tanpa diberi tahu harus ke mana, akhirnya Misrun mencari sendiri rumah sakit untuk merujuk putrinya. Sementara anaknya masih di rawat di IGD, Misrun pun berkeliling dengan mengendarai sepeda motor. Dia sempat mendatangi empat rumah sakit, yakni RSUD Kabupaten Tangerang, RS Sari Asih Karawaci, RS Melati dan RS Ar-Rahman. Namun semua rumah sakit itu menolaknya dengan alasan kamar penuh.
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top