Metro

Lelang jabatan kepsek

Indikasi kecurangan, Jokowi tak seberani Ahok

Senin,  16 Desember 2013  −  15:32 WIB
Indikasi kecurangan, Jokowi tak seberani Ahok
Dari kiri: Gubernur DKi Jakarta Joko Widodo dan wakilnya Basuki Tjahaja Purnama. (Dok. Okezone)

Sindonews.com - Berbeda dengan wakilnya yang berani bicara lantang, Gubernur DKI Joko Widodo justru lebih hati-hati menjawab pertanyaan terkait adanya indikasi kecurangan dalam proses lelang jabatan kepala sekolah (kepsek) se-DKI Jakarta.

"Baru kita lihat. Kemarin ada tes lelang jabatan untuk kepsek, sudah baik. Kita cek dan lihat lapangan dahulu," kata Jokowi di Balai Kota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (16/12/2013).

Mantan Wali Kota Solo ini mengaku, enggan berkomentar banyak terkait persoalan lelang jabatan kepsek ini, dengan alasan baru menerima laporan.

"Saya harus mengecek. Kalau lapangan sudah saya cek, baru saya komentar. Baru dapat informasi kok saya komentar. Jangan-jangan keliru," tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengancam akan mencopot Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) DKI Taufik Yudi Mulyadi, apabila laporan dari tiga organisasi guru FSGI, PGSI dan FMGJ terkait kecurangan sistemik dalam lelang jabatan kepala sekolah terbukti benar.

"Kita selidiki dahulu. Kalau perlu kita batalkan (lelang jabatan kepsek). Sanksinya Kadis Pendidikan kita copot kalau memang benar. Habis berani macam-macam," tegas Ahok di Balai Kota Jakarta, hari ini.

Menurut Ahok, Pemprov DKI saat ini sedang melakukan penyelidikan terkait adanya laporan indikasi kecurangan dalam proses lelang jabatan kepsek dari tiga organisasi guru tersebut. Bila terbukti benar, sanksi tegas akan dijatuhkan kepada pejabat-pejabat yang terlibat, tak terkecuali Kadisdik DKI itu.

Baca berita terkait:
Kadisdik DKI tepis aduan tiga organisasi guru


(mhd)

views: 1.173x
shadow