Metro

BPJS diberlakukan, ratusan dokter bakal nganggur

Kamis,  14 November 2013  −  17:13 WIB
BPJS diberlakukan, ratusan dokter bakal nganggur
Ilustrasi (istimewa)

Sindonews.com - Nilai premi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang hanya sebsar Rp19.225 per orang per bulan bakal membuat ratusan dokter di Depok menganggur. Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI)  Depok dr Fakhrurrozi menilai bahwa premi itu terlalu rendah dan berdampak luas.

"Kalau nominal itu ditetapkan, alokasi obat Rp4.000 dan dokter hanya Rp2.000 untuk sekali pasien periksa. Padahal, untuk pendidikan dokter menghabiskan ratusan juta. Apa logis dengan nominal itu," tukasnya di Depok, Kamis (14/11/2013).

Menurutnya jika BPJS ditetapkan, satu dokter akan menangani 3.000 pasien. Jadi, di Depok dibutuhkan 600 dokter sesuai jumlah penduduk 1,8 juta jiwa.

Padahal, IDI Depok memiliki anggota 1.300 dokter umum dan dokter  spesialis 400 orang.

"Kalau BPJS diterapkan, berarti ada 700 dokter umum yang tidak bertugas," paparnya.

Ia menambahkan, jumlah premi itu juga berdampak pada pemberian  pelayanan kesehatan di klinik. Pasalnya, klinik kesehatan hanya memperoleh Rp18 juta tiap bulan.

Belum lagi, gaji perawat, apoteker, administrasi, OB, dokter, investasi dan lainnya. Padahal, normalnya dalam tiap bulan bisa menghabiskan Rp30 juta untuk klinik kesehatan.

"Kita hanya minta agar ada penyesuaian premi. Kalau idealnya bisa Rp50 ribu. Cuma, kalau memang diterapkan 1 Januari 2014 berarti  standar pelayanan, obat akan ada perubahan total," tegasnya.


(ysw)

views: 2.475x
shadow