Metro

Ini alasan Durensawit banyak penderita DBD

Selasa,  9 Juli 2013  −  07:09 WIB
Ini alasan Durensawit banyak penderita DBD
Ilustrasi (istimewa)

Sindonews.com - Buruknya perilaku warga Kecamatan Durensawit, Jakarta Timur ditengarai menjadi penyebab merebaknya penyakit dmam berdarah dengue (DBD) di kawasan tersebut. 

Data Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur (Sudinkes Jaktim) menyebutkan, sejak Januari-Mei 2013, ada 1.509 penderita DBD dan tujuh orang diantaranya meninggal dunia. Kasus terbanyak terjadi di Kecamatan Duren Sawit, mencapai 345 penderita, sedangkan kasus DBD paling sedikit di Kecamatan Makasar.

Kepala Seksi Pengendalian Masalah Kesehatan (Kasie PMKes) Sudin Kesehatan Jakarta Timur, Gagah Setiawan menjelaskan, ada tiga penyebab mengapa kasus DBD paling banyak di kecamatan Duren Sawit.

Pertama, kurangnya kesadaran masyarakat untuk memberantas sarang nyamuk, pemukiman padat penduduk yang susah dijangkau oleh petugas jumantik, dan pola perilaku masyarakat yang membuang sampah sembarangan.

"Ketika hujan, sampah itu menimbulkan genangan dan tempat berkembangnya nyamuk," kata Gagah ketika ditemui Sindonews, Senin 8 Juli 2013.

Untuk meredam ganasnya DBD, Sudinkes Jaktim mempunyai program, Gebyar PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk). Program ini dilakukan sebulan sekali dan bergilir ke 10 kecamatan di wilayah Jakarta Timur.

"Pertama kami akan melakukannya di Kecamatan Duren Sawit, kemudian Kecamatan Makassar dan seminggu yang lalu di Kecamatan Kramat Jati," pungkasnya.


(ysw)

views: 1.015x
shadow