Beda Jokowi-Ahok soal relokasi warga Pluit

Beda Jokowi-Ahok soal relokasi warga Pluit
Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Jokowi-Ahok (dok:Istimewa)
A+ A-
Sindonews.com - Dua pemimpin Jakarta Baru, Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi)-Basuki T Purnama (Ahok) kembali berbeda paham soal relokasi warga bantaran Waduk Pluit, Muara Baru, Jakarta Utara. Dimana letak perbedaaan itu?

Menurut Jokowi, relokasi warga bantaran waduk bisa dilakukan lima bulan lagi. Karena, pembangunan rumah susun baru bisa dimulai sekitar bulan Juni 2013.

"Moga-moga sudah rampung. Setelah ini, Juni kita kebut-kebutan bangun rusun. Kita targetkan lima bulan rampung," kata Jokowi, di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (29/5/2013).

Menurut Jokowi, pembangunan rumah susun untuk tempat tinggal warga Pluit sementara akan dibangun di dua tempat, yakni wilayah Muara Baru dan Daan Mogot. "Di muara baru ada 8, di Daan Mogot ada 10. Cukup itu. Relokasinya nunggu rusunnya rampung," terangnya.

Sementara itu, Ahok mengatakan, relokasi terhadap warga Waduk Pluit baru bisa dilaksanakan dua tahun lagi. Katanya, relokasi baru bisa dilakukan setelah pembangunan rumah susun itu selesai.

"Kita butuh waktu dua tahun. Membangun rusun setahun paling cepat. Kalau sudah, bisa pindahkan orang, ya kita bongkar lagi," jelas Ahok, beberapa waktu lalu.

Di tengah kebimbangan waktu tersebut, warga Waduk Pluit terus menunggu kepastian. Sebab, kini sudah ada yang bersedia direlokasi dengan catatan, tempat tinggal mereka tidak jauh dari waduk. Hal ini dikarenakan, mata pencarian mereka.


(san)
dibaca 6.252x
Top