Metro

BBM naik, Ahok main hitung-hitungan

Rabu,  17 April 2013  −  13:32 WIB
BBM naik, Ahok main hitung-hitungan
Ilustrasi. (Sindophoto)

Sindonews.com - Saat pemerintah pusat masih menawarkan beberapa opsi terkait persoalan BBM bersubsidi, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sudah jauh memprediksi kepastian kenaikan harga tersebut.

Mantan Bupati Belitung Timur itu sudah menghitung kemungkinan langkah, yang akan diambil Pemprov DKI, jika harga BBM bersubsidi jadi dinaikan. Menurutnya, harga yang ideal masih seperti kenaikan harga BBM tiga tahun lalu, dengan besaran kenaikan RP6.500.
 
Namun, dia berharap harga itu harus dicocokan dengan kendaraan berplat warna hitam, merah, kuning (transportasi umum) dan motor.

"Harga Rp6500 ideal, sama dengan tiga tahun lalu. Ini yang cocok. Disesuaikan dengan plat hitam, merah atau kuning transportasi umum dan motor," ujar Ahok, di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (17/4/2013).

Sebelumnya, saat menghadiri rapat yang membahas pembatasan subsidi BBM di Kemendagri, Ahok secara yakin memastikan, harga BBM bersubsidi pasti akan naik. Disaat bersamaan beberapa menteri terkait, masih menganggap tawaran itu sebagai opsi yang bisa saja mengkerucut kepada kenaikan harga BBM bersubsidi.

"Pemerintah pasti naikin BBM. Pasti naik ini," jelas suami dari Veronica S Tan itu.

Selain itu, dia melanjutkan, jika terjadi kenaikan harga BBM bersubsidi, rencananya akan terdapat dua pom pengisian bahan bakar dengan harga yang berbeda, yakni harga RP6.500 dan harga RP4.500. Harga tersebut akan disesuaikan dengan daerah.

"Rencannya ada dua pombensin. Satu jual Rp6500, yang satu Rp 4500. Disesuaikan daerah," paparnya.

Namun demikian, diakui dirinya, soal kenaikan harga BBM bersubsidi masih menjadi perdebatan, dan masih menunggu keputusan presiden.

"Ini perdebatan dan belum bisa diputuskan. Ini yang akan di bawa ke presiden," imbuhnya.

Seperti diberitakan, pemerintah pusat telah melakukan sosialisasi terkait penanganan subsidi bbm bagi pemerintah daerah. Dalam sosialisasi tersebut, Pemprov DKI dihadiri Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama.


(stb)

views: 579x
shadow