Metro

Pemkab Bekasi rotasi 380 pejabat eselon 3 & 4

Jum'at,  15 Februari 2013  −  16:48 WIB
Pemkab Bekasi rotasi 380 pejabat eselon 3 & 4
Ilustrasi (dok:Istimewa)

Sindonews.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi merotasi pejabat eselon 3 dan 4. Rotasi yang dilakukan oleh Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, ini untuk meningkatkan kinerja jajaran dalam rangka mendukung program kerja lima tahun mendatang. Dalam mutasi kali ini, Bupati merotasi sebanyak 102 eselon 3 dan 278 eselon 4 dan 5.

"Mutasi ini untuk menunjang kinerja dan membantu kerja saya dalam mensejahterakan Bekasi lima tahun kedepan," ujar Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, Jumat (15/2/2013).

Menurut Neneng, rotasi yang dilakukanya ini dalam rangka penyegaran dan menempatkan pejabat yang berkinerja baik untuk terus mendukung kinerja Pemerintah Bekasi mensukseskan pembangunan dan mensejahterakan masyarakat Bekasi.

"Reformasi birokrasi menciptakan pemerintahan bersih terus dilakukan pemerintah di Bekasi, diantaranya dengan menempatkan pejabat berkinerja baik mendukung suksesnya pembangunan seperti yang dilakukan sekarang ini. Dan harus dilakukan saya," terangnya.

Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Bekasi Yanyan Akhmad menambahkan, mutasi memang harus dilakukan. Karena dalam satu pemerintahan, harus ada perubahan untuk meningkatkan kinerja dalam hal pembangunan maupun pelayanan.

"Memang harus ada perubahan (mutasi), sebenarnya kita bukan mengganti dengan muka baru, tapi hati baru. Kalau hatinya pejabat enggak mau baru, ya diganti dengan muka dan hati yang baru. Tapi ada beberapa posisi yang pensiun dan diperkuat dengan muka baru," tegasnya.

Dalam mutasi kali ini sebanyak 380 lebih pejabat eselon 2, 3, dan 4 yang dirotasi. Adapun untuk pejabat eselon 2 sudah dilakukan beberapa waktu lalu. "Mutasi kali ini memang dilihat dari kecakapan pegawai dan kompetensi setiap individunya," terangnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Mustakim menilai, mutasi yang dilakukan oleh Bupati Bekasi tidak tepat. Pasalnya, mutasi kali ini tidak dilakukan secara profesional dan hanya kedekatan dalam Pilkada Kabupaten Bekasi beberapa waktu lalu.

"Saya melihat Bupati tidak bertindak secara profesional dalam menempatkan pejabat dalam jabatanya. Kami menduga adanya rekayasa dalam mutasi kali ini. Hanya kedekatan semata saja. Walaupun hal itu hak preogratif dari Bupati Bekasi," tukasnya.


(san)

views: 1.662x
shadow