Metro

Sebelum jadi mayat, Dwi pamit pergi sekolah

Jum'at,  7 Desember 2012  −  15:55 WIB
Sebelum jadi mayat, Dwi pamit pergi sekolah
Ilustrasi. (Sindophoto)

Sindonews.com - Sebelum ditemukan menjadi mayat, Dwi Saputra (14) pelajar SMP Tri Tirta Buaran Tangsel, sempat pemit pergi ke sekolah Selasa (4/12/2012) lalu. Namun, tidak dinyana, Dwi yang tinggal di Komplek Bukit Indah Blok K3 Nomor 02 RT 05/ 07, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, Kota Tangsel tidak kembali untuk selamanya.
 
Iksan Ramadhan (40) paman korban yang ditemui di lokasi  temuan mayat mengatakan, Dwi memang sering main dengan anak sebanyanya di Kampung Parakan.
 
“Dia itu keponakan saya. Memang dia terakhir pamit dari rumah hari Selasa kemarin untuk pergi sekolah," katanya bersedih.
 
Kecurigaan keluarga dimulai ketika, Dwi tidak pulang ke rumah seperti biasanya. Keluarga yang panik, berusaha mencari Dwi ke sekolah dan ke rumah kawan-kawannya. Namun, pihak keluarga tetap tidak mengetahui keberadaan Dwi.
 
Diketahui Dwi ditemukan membusuk di Jalan TPU Pamulang, Kampung Parakan, RT 02 /08 Kampung Parakan, Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Saat ditemukan jenazah Dwi yang diduga korban pembunuhan, ditemukan mengenakan perlengkapan sekolahnya. Selain itu posisi  badan terlentang dan masih mengenakan tas berwarna hitam.

Tampak lokasi pememuan mayat dipenuhi warga sekitar, yang ingin melihat petugas Tim Identifikasi Polres Jakarta Selatan melakukan oleh TKP.


(stb)

views: 1.320x
shadow