Metro

Buku olahraga porno

DPRD Bogor minta buku porno ditarik

Kamis,  25 Oktober 2012  −  16:54 WIB
DPRD Bogor minta buku porno ditarik
Ilustrasi (dok:Istimewa)

Sindonews.com - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Wasto meminta, peredaran buku Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes) bermuatan pornografi untuk siswa kelas V Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Bogor, segera diselidiki.

"Buku tersebut tidak layak beredar, karena kelas 5 SD masih berumur 9 tahun, dan tidak pas mata pelajaran tersebut beredar di siswa SD," ujar Wasto kepada wartawan di Bogor, Kamis (25/10/2012).

Ditambahkan dia, buku tersebut harusnya diajarkan kepada siswa SMP dan SMK. Karena mereka dapat berpikir lebih dewasa. "Secara agama pun, belum boleh siswa berumur 9 mendapat bacaan buku porno," terangnya.

Lebih lanjut, Wasto meminta, Disdik segera menarik buku tersebut dan tidak menunggu lama. Dia juga dalam waktu dekat akan melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah sekolah.

Sementara itu, Kabid Humas Disdik Kabupaten Bogor Rony Kusmaya mengatakan, pihaknya segera menindaklanjuti temuan buku porno di sekolah tersebut dengan membentuk tim khusus.

"Kami akan segera menindaklanjuti temuan tersebut. Kami akan segera membentuk tim pengawas untuk mencari buku Penjaskes tersebut," terang Rony.

Dalam buku tersebut, si penulis menceritakan tentang alat kelamin perempuan dan laki-laki, serta fungsinya. Selain itu dijelaskan juga tata cara penggunaan kelamin tersebut.


(san)

views: 1.146x
Bagikan artikel ini :
shadow