Metro

Ikut tawuran, pelajar tewas disambar kereta

Kamis,  30 Agustus 2012  −  00:07 WIB
Ikut tawuran, pelajar tewas disambar kereta
Ilustrasi (dok:Istimewa)

Sindonews.com - Tawuran pelajar di Jakarta kembali menelan korban jiwa. Kali ini yang menjadi korbannya adalah Jasuli (16). Pelajar kelas IX SMP 06 Buaran ini tewas justru karena menghindari bentrokan dan tersambar Kereta Api (KA) Commuter Line yang tengah melaju di sekitar Stasiun Klender, Jakarta Timur.

Jasuli sempat terseret dan mendapat luka pecah di kepala, patah pinggang, kedua tangan dan kakinya patah. Korban diketahui tinggal di Jalan TPU Waradas, Kelurahan Pondok Kopi, Duren Sawit. Sebelum tertabrak, korban terlihat terlibat aksi tawuran dengan pelajar dari SMP lain di sekitar lampu merah Buaran, Klender.

"Saya lihat dia lari karena dikejar-kejar sama pelajar yang kayaknya dari SMP lain. Saat itu, dirinya juga sempat pindah dari satu jalur perlintasan ke jalur lainnya. Ketika berada di jalur 1, korban tertabrak KA arah Bekasi. Tubuhnya masuk ke kolong kereta hingga terseret sepanjang kurang lebih 300 meter. Itu pun karena KA berhenti di stasiun ini," ujar Saman (29), warga sekitar kepada wartawan, di Stasiun KA Klender, Rabu (29/8/2012).

Sementara itu, Safrizal Amri (16), teman korban menuturkan, beberapa waktu lalu korban memang sering ikut tawuran, dan juga sempat mengatakan akan melakukan kegiatan kelirunya tersebut pada hari ini.

"Saya tahu kabar ini setelah ditelepon sama teman saya yang lain. Katanya, Jasuli tertabrak kereta. Begitu saya cek ternyata benar. Kemarin, waktu nongkrong bareng saya, Jasuli memang sempat ngomong pengen tawuran di Buaran. Tapi tidak menjelaskan alasannya apa, dan sama anak mana," jelasnya.

Ditempat terpisah, Muhammad (48), petugas kebersihan di Stasiun Klender mengungkapkan, hampir setiap sore sejak dua bulan terakhir, di sekitar Stasiun KA Klender sering terjadi tawuran antar murid SMP. Dalam tawuran, biasanya para pelajar tersebut saling melempar batu.

"Enggak sedikit juga yang kelihatan bawa senjata tajam. Malahan pernah ada yang kami tangkap, tapi berhasil kabur ketika mau dibawa ke polsek setempat," terangnya.

Aiptu Suwardi, anggota Polsek Duren Sawit mengatakan, dari informasi yang diperoleh, korban merupakan pelajar SMPN 06 yang tinggal di Jalan TPU Waradas, Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur. Namun karena ibunya sudah menjanda, tak jarang korban tinggal di rumah kakak kandungnya, di Jalan Bintara, RT 003/10, Bintara Jaya, Bekasi Barat.

"Saya belum bisa memastikan, korban tertabrak KA karena tawuran. Bisa saja, saat itu dia sedang menyebrang karena lengah akhirnya tertabrak KA," ungkapnya.

Lebih lanjut Suwardi mengatakan, korban dibawa ke RSCM untuk dilakukan otopsi. "Untuk penyelidikan lebih lanjut, sementara ini korban akan kami bawa ke RS Cipto Mangunkusumo untuk diotopsi," jelasnya.


(san)

views: 2.165x
shadow