Sosial & Budaya

Penerima SNMPTN sebaiknya tak usah ikut SBMPTN

Neneng Zubaidah

Rabu,  22 Mei 2013  −  16:53 WIB
Penerima SNMPTN sebaiknya tak usah ikut SBMPTN
Ilustrasi Okezone

Sindonews.com - Calon mahasiswa yang mendapatkan pilihan kedua di Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) sebaiknya jangan mendaftar lagi di Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN).  Sebab, jika mereka tetap mendaftar ke SBMPTN maka statusnya di SNMPTN akan dicabut.

Ketua Panitia SNMPTN 2013 Akhmaloka mengatakan, panitia tidak dapat melarang apabila ada siswa yang mendaftar di SBMPTN sedangkan siswa tersebut sudah mendaftar ke SNMPTN.

Namun hal ini sebenarnya  tidak dianjurkan apabila ada siswa yang sudah diterima di pilihan kedua SNMPTN.

Akhmaloka menjelaskan, apabila mereka kembali mendaftar di SBMPTN maka statusnya yang diterima di pilihan kedua SNMPTN akan dicabut.  Maka jika siswa tersebut nanti tidak juga diterima di SBMPTN siswa tidak dapat menuntut masuk di pilihan keduanya kembali.

“Kami anjurkan mereka tidak usah ikut. Kasihan nanti jika tidak diterima di kedua-duanya,” katanya kepada KORAN SINDO, Rabu (23/5/2013).

Rektor IPB ini menjelaskan, permasalahan yang terjadi di SNMPTN tahun sebelumnya ialah banyak siswa sudah kadung menjatuhkan hati di pilihan pertama.

Makanya mereka pun masih ingin mengikuti SBMPTN untuk mengejar pilihan pertamanya itu. Namun sangat disayangkan jika mereka menolak pilihan kedua karena mereka sudah diundang masuk PTN yang dilihat dari prestasi dan nilai raport.

Anjuran ini juga dilancarkan panitia karena peserta SBMPTN sangat banyak.

Tidak hanya lulusan tahun ini yang mendaftar namun juga alumni 2011 dan 2012 masih bisa mengikuti SBMPTN. Selain itu, lulusan Paket C (IPA dan IPS) serta Lulusan Paket C Kejuruan juga dapat mengikuti seleksi melalui jalur SBMPTN.

“SBMPTN kan penggantinya SNMPTN jalur tulis. Bisa dikatakan ini rajanya seleksi. Persaingan akan semakin ketat,” jelasnya.

Diketahui, jumlah peserta SNMPTN jalur undangan ada 779.000 ribu lulusan SMA/SMK/MA. Mereka akan memperebutkan 130.000 hingga 150.000 kursi PTN.

Dalam memilih program studi (prodi), pendaftar diperkenankan memilih maksimal dua PTN dengan masing-masing PTN maksimal dua prodi. Sementara jumlah pendaftar SBMPTN mencapai 700.000 dengan daya tampung 90.000 kursi.

Akhmaloka menjelaskan, pengumuman SNMPTN akan digelar pada 28 Mei sedangkan SBMPTN pada 12 Juli. Alur penerimaannya sendiri dimulai ketika pendaftaran.

Semua data pendaftar langsung diserahkan ke masing-masing PTN untuk dipilih. PTN kemudian menseleksi siapa saja siswa yang masuk di pilihan pertama.

Selanjutnya diadakan rapat kembali antara PTN dan panitia untuk menseleksi siswa dari pilihan kedua. Data ini akan disandingkan kembali dengan hasil UN. “Jika mereka tidak lulus UN maka dia langsung di drop dari SNMPTN,” ungkapnya.

Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Zaenal Rafli mengungkapkan, di UNJ ada 19.677 pendaftar yang mendaftar ke UNJ sebagai pilihan pertama.

Sedangkan sebanyak 20.228 mahasiswa mendaftar di UNJ sebagai pilihan kedua.

"Untuk seleksi tahap pertama, kami akan menyeleksi 19.677 pendaftar dulu. Kemudian, tahap kedua baru kami seleksi 20.228 pendaftar," jelas Zaenal.

Sementara, sisa 19.677 pendaftar yang tak lolos SNMPTN 2013 jalur undangan, akan mengikuti seleksi lagi untuk universitas pilihan kedua. Sedangkan yang telah lolos seleksi, maka pilihan keduanya tak akan diikutkan seleksi lagi.

Zaenal menjelaskan, tahap seleksi pilihan pertama sudah dimulai sejak 14 April lalu. Sedangkan pilihan kedua dimulai setelah 14 April hingga Mei.

Pihaknya meminta agar siswa mengikuti saran panitia SNMPTN karena secara umum mereka sangat beruntung diterima di PTN yang berkualitas.

Sementara di UGM tercatat sebanyak 20.436 siswa SMA/ SMK/ MA memilih UGM sebagai pilihan pertama untuk SNMPTN 2013 dan sebanyak 9.606 pendaftar memilih UGM sebagai pilihan kedua.

Total pendaftar SNMPTN di UGM sebanyak 30.042, sedangkan daya tampung  di UGM sebanyak 3.318 kursi.

 

(lns)

shadow