Metro

Ahok berang, Waduk Pluit disamakan Mbah Priok

Rakhmatulloh

Jum'at,  17 Mei 2013  −  14:59 WIB
Ahok berang, Waduk Pluit disamakan Mbah Priok
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (dok:Istimewa)

Sindonews.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Thahaja Purnama (Ahok) rupanya tidak senang kasus warga bantaran Waduk Pluit disamakan dengan penggusuran berdarah yang pernah terjadi di areal makam Mbah Priok, setahun silam.

Dia mengatakan, pihaknya tidak ingin istilah Mbah Priok digunakan dalam permasalahan warga Waduk Pluit. Karena, kasus keduanya sangat berbeda, satu dengan yang lain.

Dalam kasus Waduk Pluit, pihaknya mengklaim akan merelokasi warga secara baik-baik, dan memberi tempat tinggal untuk mereka. Sedang dalam kasus Mbah Priok, tidak ada ganti rugi tempat tinggal.

"Ini siapa yang Mbah Priok kan? Kita kan pindahkan mereka baik-baik ketempat yang kita sediakan. Enggak ada kekerasan, enggak ada itu istilah Mbah Priok," kata Ahok, di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (17/5/2013).

Mantan Bupati Belitung Timur ini menambahkan, dari awal pihaknya sudah menjelaskan kepada warga Waduk Pluit dan Komnas HAM, bahwa tanah yang ditempati warga tersebut merupakan tanah negara yang akan difungsikan untuk normalisasi waduk.

Selanjutnya, Pemprov DKI mengklaim memiliki hak untuk mengambil alih kembali lahan tersebut dari warga atas nama kepentingan bersama. Bukan itu saja, Pemprov DKI pun sudah menyiapkan tempat tinggal bagi warga setelah proses relokasi.

(san)

views: 1.669x
shadow