Jawa Timur

Ratusan gram sabu dari India diselundupkan dengan tas jinjing

Nurul Arifin

Selasa,  14 Mei 2013  −  12:09 WIB
Ratusan gram sabu dari India diselundupkan dengan tas jinjing
Pelaku saat menunjukkan tas jinjing yang digunakannya untuk mengelabui petugas bea cukai (Foto: Nurul Arifin/Okezone)

Sindonews.com - Modus penyelundupan Sabu-sabu terus saja berubah-ubah untuk menghindari kelengahan aparat.

Kali ini, Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jatim I Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Juanda menggagalkan penyelundupan sabu dari India melalui Kantor Pos.

Uniknya, untuk mengelabuhi petugas, sabu berbentuk kristal itu diletakkan pada tali jinjing tas perempuan (Women Handbag). Kemudian dibungkus seperti paket kiriman. Total sabu yang berhasil disita mencapai 927,75 gram.

"Ini modus baru. Setiap tali tas tersebut dimasuki sabu-sabu. Caranya sabu dibungkus plastik kemudian tali jinjing dijahit. Total ada 18 handbag yang kemudian dikemas dan dikirim melalui kantor pos," kata Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean Juanda Iwan Hermawan, Selasa (14/5/2013).

Ia merinci, dari Sabu seberat 927,72 gram ini dibungkus menjadi 36 bagian dalam bentuk tali jinjing tas perempuan. Barang tersebut berasal dari seseorang yang berinisial J berasal dari Mumbai, India. Sedangkan barang tersebut ditujukan ke seorang berinisial H yang berada di Probolinggo.

Terungkapnya kasus penyelundupan ini saat petugas Customs Narkotic Bea Cukai melakukan pemeriksaan rutin terhadap barang-barang kiriman luar negeri di Kantor Pos Lalu Bea Juanda.

"Setelah dilakukan pemeriksaan X-Ray ada image yang mencurigakan dengan dugaan Methamphetamin dalam kiriman tersebut. Ternyata benar," kata Iwan.

Petugas bea cukai dengan dibantu petugas Kantor Pos dan Badan Narkotika Nasional (BMM) melakukan control delivery terhadap kiriman tersebut. Dari situ, petugas dapat menangkap isi penerima paket dari India itu.

"H ditangkap petugas sebagai penerima dan menjalani pemeriksaan di BNN untuk pengembangan selanjutnya," tambah Iwan.

Iwan juga mengatakan, nilai Sabu tersebut mencapai Rp1.885.440.00. Namun menurutnya, berapa pun nilai sabu tidaklah penting. Sebab ada nilai non materi akibat sabu-sabu. Yakni akibat dari peredaran sabu tersebut jika dikonsumsi masyarakat.

"Berapapun nilainya tidak penting. Yang terpenting adalah pencegahan barang haram ini dikonsumsi masyarakat," katanya.

 

(rsa)

shadow